KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Caleg DRPD Provinsi Sultra dari PDIP Hj Gunartin dipastikan mendapat kursi di parlemen periode 2024-2029, berdasarkan Raihan suara yang mencapai 12.211.
Ketua Brigade Kota Kendari, Irwanto mengatakan data raihan suara tersebut berdasarkan hasil pleno Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Kendari.
Dimana, untuk dapil 1 Puuwatu-Mandonga, Hj Gunartin memperoleh suara sebanyak 4.553, kemudian dapil 2 Kendari-Kendari barat caleg PDIP nomor urut 4 ini memperoleh suara 1.645.
Selanjutnya, dapil 3 yang meliputi Kecamatan Abeli, Nambo dan Poasia, Hj Gunartin memperoleh suara 1.920. Lalu dapil 4 Kambu-Baruga Hj Gunartin berhasil mendapatkan 1.588 suara.
“Untuk dapil 5 Kadia-Wuawua Hj Gunartin mendapatkan 2.505 suara,” bebernya dalam konferensi pers di posko pemenangan, Kamis (29/2/2024).
“Berdasarkan hasil pleno kecamatan, total suara yang masuk tidak akan bergeser. Kami awalnya menargetkan 15.000 suara, yang tercapai 12.211,” tambahnya.
Sementara itu, Hj Gunartin bahwa pihaknya optimis mengamankan satu kursi dari enam kursi.
Pasalnya, menurutnya pihaknya berhasil mengamankan Dua Belas Ribu Suara, selain itu PDIP juga di DPRD Sultra Dapil Kota Kendari mampu memperoleh suara untuk mengisi di Dapil tersebut.
“Berdasarkan data C1 saksi dan tim kami, kami memperoleh Dua Belas Ribu Suara,” ujarannya.
Pihaknya juga mengungkapkan hal tersebut berkat tim dan masyarakat yang memilihnya.
“Terimakasih kepada tim yang telah bekerja dan masyarakat yang telah memilih kami untuk di DPRD Sultra,” ungkapnya.
Lanjutnya bahwa pihaknya akan merealisasikan program kerja yang telah ia sampaikan dan aspirasi dari masyarakat.
“Salah satu yang akan kita dorong adalah program Kota Kendari sebagai Kota seribu jasa, mengingat posisi Kota Kendari sebagai ibu kota dan sentral dari kabupaten kota di Sultra,” bebernya.
Selain itu pihaknya saat ditanyakan apakah akan maju sebagai Wali Kota Kendari, pihaknya menunggu arahan partai dan permintaan masyarakat.
“Kita lihat arahan partai nantinya, serta keinginan masyarakat,” pungkasnya. (**)
Comment