EDISIINDONESIA.id – Debat calon presiden (capres) kelima bakal digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (4/2) malam.
Debat malam ini akan menjadi penentuan bagi capres untuk meyakinkan masyarakat yang belum memiliki pilihan.
“Debat ini diperuntukan kepada pemilih yang belum menentukan piliha atau swing voters,” kata Pengamat Politik Unpad Firman Manan.
Firman mengatakan, jika pada debat pertama sampai ke empat, masih ada orang yang belum menentukan pilihan. Maka pada debat kelima ini, para paslon harus tampil habis-habisan, meyakinkan calon pemilih.
“Kalau kemarin-kemarin orang menunggu debat ke dua, tiga, dan empat. Debat terakhir jelang pencoblosan semua kandidat harus tampil maksimal,” ujarnya.
“Ini kesempatan baik, kalau model kampanye lain masing-masing dukungannya, kalau debat karena tampil bareng mereka bisa menunjukan keunggulan dibandingkan kandidat lain,” sambungnya.
Ia mengungkapkan, di debat terakhir ini, kepada capres yang akan tampil ofensif, tidak disarankan untuk seperti Anies Baswedan di debat ketiga, dan Gibran Rakabuming di debat keempat.
“Kadang-kadang kalau ofensifnya berlebihan seperti Mas Anies dan Mas Gibran malah menuai kritikan, kalau pun mau defensif harus memiliki argumen,” ungkapnya.
Firman menyebut, debat kelima ini akan menjadi sorotan para pemilih yang belum menentukan pilihanya.
“Harus ada dibenak pemilih nanti, diakhiri debat itu, mereka bisa putuskan yang terbaik dalam rangkaian debat pertama sampai kelima ini. Debat kelima ini akan yang paling diingat,” jelasnya.
Disingung terkait tema dan siapa yang paling menguasai, terkait tema kesejahteraan sosial, pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan inklusi, Firman menilai tema itu akan lebih dekat bagi mereka yang pernah menjadi kepala daerah.
“Kalau kita lihat latarbelakang karena Mas Anies dan Mas Ganjar mantan gubernur, ini hal-hal yang sebetulnya banyak ditangai kepala daerah. Sementara, Pak Prabowo lebih banyak di bidang militer dan sekarang Menhan tidak terlalu dekat dengan isu ini kalau secara background,” ujarnya.
“Tapi dalam debat itu kembali siapa yang siap, apapun background kalau tidak ada persiapan bisa jadi masalah, bisa saja orang yang tidak punya background mereka bisa persiapkan diri, antisipasi agar bisa tampil lebih baik apapun pertanyaan yang akan muncul dan resiko, menurut saya tidak ada yang mutlak unggul,” sambungnya. (edisi/jpnn)
Comment