Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Bakal Digarap Tiongkok, Ini Isyarat Erick Thohir

EDISIINDONESIA.id – Menteri BUMN, Erick Thohir mengisyaratkan proyek kereta cepat Jakarta–Surabaya bakal digarap oleh Tiongkok.

Dia menyebut, sesuai statement Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, kereta cepat akan dilanjutkan sampai Surabaya karena sudah berjalan.

Ini dimaksudkan pada kerja sama kereta cepat Jakarta–Bandung dengan Tiongkok yang telah direalisasikan saat ini.

“Karena kalau ganti-ganti negara, ganti sistem, akhirnya butuh waktu lama. Jadi, biarkan Jepang bangun kereta api lain, China bangun kereta api lain, kita sebagai bangsa bangun juga sendiri seperti LRT,” ungkapnya saat ditemui di media center KTT ASEAN di JCC Senayan kemarin.

Diakuinya, ada pembicaraan mengenai kerja sama pembangunan kereta api di Jawa, Madura, dan Sumatera dengan Jepang saat bilateral meeting di sela-sela KTT ASEAN. Namun, pihaknya juga tidak ingin ada konotasi yang mengatakan pemerintah hanya berpihak pada satu negara.

Selain itu, menurut dia, yang paling penting adalah percepatan pembangunan. Sebab, peran kereta api sangat penting dalam hal logistik. Pergerakan logistik jadi lebih efisien.

Tak hanya itu, keberadaan kereta api juga bisa mengurangi beban yang kerap mengakibatkan jalan provinsi rusak parah lantaran tonase transportasi logistik terlalu berat. ”Kalau ada akses kereta dan jalan tol, jadi bisa terkoneksi antara jalan provinsi dengan pusat logistik lain,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Erick juga turut menyinggung soal 35 proyek BUMN yang ditawarkan dalam ASEAN Indo Pacific Forum (AIPF). Saat ini pihaknya terus menindaklanjuti seluruh proyek tersebut guna memperkecil risiko kegagalan.

”Makanya, ini harus benar dijaga satu-satu supaya bisa jadi realitas,” katanya. Terutama untuk kerja sama jangka pendek. ”Ini yang terus kita dorong,” sambungnya.

Saat ini beberapa kerja sama disebutnya mulai berjalan. Salah satunya kerja sama dengan Filipina dalam pembangunan kereta api di sana. Dia menilai, itu adalah kesempatan baik, apalagi Indonesia merupakan penghasil besi dan baja.

Oleh sebab itu, dia mendorong PT Inka untuk bisa menyediakan kebutuhan gerbong kereta dalam negeri. Tidak bergantung pada impor. Apalagi sudah ada market baru untuk bisa dijual di luar negeri.

Sebelumnya, di sela-sela kegiatan KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta, Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menyempatkan diri untuk menjajal sekaligus meninjau kesiapan operasional kereta cepat Jakarta–Bandung (KCJB).

Dalam kesempatan itu, dia turut didampingi oleh Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan serta Menhub Budi Karya Sumadi. Rombongan menaiki KA cepat relasi Jakarta–Bandung tersebut dari Stasiun Halim hingga ke Stasiun Karawang (PP).

”Di kereta, kami banyak diskusi detail mengenai kereta ini dan merasakan bersama bahwa kualitas keretanya cukup bagus. Kami merasakan kecepatan hingga 326 km/jam dan saya kira ini luar biasa,” ungkap Menko Luhut. (edisi/fajar)

Comment