KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Harga kambing di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mengalami kenaikan jelang hari raya Idul Adha 1444 Hijriah/2023 Masehi dibandingkan tahun 2022 lalu.
Dimana, ditahun sebelumnya harga kambing berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Namun, di tahun 2023 ini mengalami kenaikan harga mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.
Salah satu peternak kambing di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia, Abdul Rahman mengatakan bahwa kambing yang ia jual untuk hewan kurban minimal berusia 2 tahun yang dibanderol dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per ekor.
Sementara, untuk yang paling mahal yakni kambing yang telah berusia 3 tahun dan dijual seharga Rp 5 juta per ekor. Ia menyampaikan, hingga saat ini sudah ada beberapa masyarakat yang bertanya soal harga hewan kurban khususnya kambing miliknya.
“Baru beberapa sih yang tanya-tanya soal harga,” katanya Minggu (11/6/2023).
“Tapi kalau puncak ramainya itu 1 Minggu sebelum lebaran, sama setelah lebaran. Tahun lalu itu laku sampe 300 ekor,” tambahnya.
Warga Poasia ini juga mengaku, ternak miliknya aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebab sebelum masuk ke Kota Kendari telah dikarantina, juga melalui proses pemeriksaan kesehatan.
“Dikarantina memang semua baru masuk disini, karena ini kambing bukan dari sini. Tapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT),” jelasnya.
Ia mengatakan, bahwa ternak miliknya tersebut tidak diberi perhatian khusus. Namun tetap dirawat bagaikan anak bayi. Dimana setiap hari diberi makan daun gamal dan juga rutin membersihkan kambing jenis kacangnya tersebut.
Selain itu, untuk mencegah agar hewan ternak miliknya tidak terkena katarak karena cuaca di Sulawesi yang tidak sama dengan cuaca di NTT, dirinya memberikan obat-obatan herbal kepada kambingnya.
“Kita rawat saja, dari cuci mukanya dan lainnya. Kalau obat-obatnya itu herbal. Jadi misal dia (kambing) ini terkena sakit mata, atau mencret kita kasi obat herbal saja. Kalau mencret biasa kita kasi daun jambu,” terangnya.
Lanjut, ia menyampaikan bahwa untuk lebaran Idul Adha tahun ini ia memprediksi ternak miliknya akan lebih banyak terjual. Terlebih banyak masyarakat yang memilih berkurban kambing dari pada sapi.
Menurutnya, hal tersebut terjadi selain karena harga kambing jauh lebih murah, juga stok sapi agak kurang. Apalagi, berkaca dari tahun sebelumnya, kambing yang ia jual kebanyakan pembelinya berasal dari luar Kota Kendari.
“Dari Unaaha, Kota Baubau, biasa juga dari Raha datang beli disini. Soalnya disini lebih murah dari pada ditempat-tempat lain. Kalau kambing lokal disini belum tumbuh tanduknya sudah dijual Rp 2 juta keatas, boleh kita tanya-tanya ke tempat lain,” bebernya.
“Kalau kambing ini jenis kacang, kalau dia sistem lepas saja. Kalau kambing etawa kan dia harus kandang, kaya sejenis ayam potong. Sedangkan kambing jenis kacang ini kaya ayam kampung,” tutupnya. (**)
Comment