EDISIINDONESIA.id- Pengamat Politik, Ujang Komarudin menanggapi permintaan Polri mengajukan penambahan anggaran mencapai 49 triliun.
Permintaan penambahan anggaran di institusi Korps Bhayangkara ini dinilai belum tepat. Pasalnya, situasi perekonomian pemerintah belum stabil.
“Ini ada gak uangnya segitu. Situasinya juga kan lagi sulit,” kata Ujang saat dihubungi pojoksatu.id, Selasa (6/6/2023).
Permintaan penambahan anggaran tersebut, salah satunya alah untuk pengamanan Pemilu 2024.
Namun, kata Ujang, anggaran untuk keamanan Pemilu 2024 itu dinilai sangat fantastik.
“Untuk keamanan pemilu apakah sebesar itu. Itu juga harus dilihat secara matang,” tegasnya.
Ditambah lagi, lanjutnya, hutang pemerintah yang setiap tahun makin membengkak.
Dengan begitu, pemerintah diminta untuk mempertimbangkan penambahan anggaran yang cukup besar itu.
“Jadi kita ini banyak hutang, banyak anggaran yang dikorupsi. Untuk keamanan pemilu. Ini juga harus dipertimbangkan pemerintah,” tegasnya.
“Jangan diberikan anggaran, tapi rakyat makin susah, rakyat kelaparan,” tandasnya.
Sebelumnya, Polri mengusulkan pagu anggaran tahun 2024 sebesar Rp 148 triliun kepada pemerintah.
Anggaran tersebut sudah termasuk pagu anggaran tambahan sebesar Rp 49,5 triliun yang diperuntukkan untuk sejumlah hal, salah satunya, untuk pengamanan Pemilu 2024.
Hal itu disampaikan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/6/2023).
“Pemilu yang akan dilaksanakan tahun 2024 serta mempertimbangkan pembangunan polda di Daerah Otonom Baru (DOB) Papua, maka Polri mengusulkan tambahan anggaran pada penetapan pagu anggaran tahun anggaran sebesar Rp 49.587.488.718.000,” ujarnya.(edisi/fajar)
Comment