KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kendari bakal menerima calon siswa/siswi baru sebanyak 432 orang pada Penerimaan Siswa Baru (PSB) di tahun 2023 ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala SMAN 2 Kendari, Sujarwin. Ia menuturkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan sosialisasi penerimaan siswa baru kepada orang tua siswa yang ingin anaknya melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Kendari.
Dimana, dalam sosialisasi itu nantinya pihaknya akan menyampaikan terkait syarat untuk melanjutkan sekolah di SMAN 2 Kendari.
“Misalnya masuk dalam zonasi, jika masuk berdasarkan jalur prestasi harus memenuhi syarat jalur prestasi itu. Begitupun juga yang masuk jalur afirmasi itu adalah dari keluarga yang kurang mampu dan berprestasi,” ungkapnya.
Sujarwin memastikan bahwa jumlah pendaftar di tahun 2023 ini bakal membludak, apalagi SMAN 2 Kendari yang di wilayah Kecamatan Poasia, Kota Kendari menjadi SMAN satu-satunya.
Tepatnya berada di Jalan Sisingamangaraja, No 41, Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Pastinya penerimaan siswa baru tahun ini akan membludak karena tahun lalu pun sudah melebihi,” katanya.
“Ada SMKN 4, tapi berbasis kejuruan dan disana juga sudah membludak. Ada juga SMAN 10 namun zonasi cukup jauh untuk warga di area sini,” tambahnya.
Lanjut, Sujarwin mengeluhkan kapasitas ruang belajar dan gedung sekolah yang menurutnya masih terbatas, mengingat jumlah penerimaan siswa baru yang setiap tahunnya semakin meningkat.
” Ada 12 rombel, dan 1 kelas terdiri dari 36 siswa. Ruangan agak terbatas. Jadi mau tidak mau harus penerimaan siswa baru berdasarkan jumlah yang keluar. Kalau jumlah yang keluar 432, maka yang kita terima juga 432 siswa,” bebernya.
Ia mengungkapkan, bahwa tak banyak hal yang dapat diperbuatnya selain meminta solusi kepada pemerintah karena pendaftaran siswa yang kian meningkat setiap tahunnya.
‘Saya sudah pastikan meningkat karena jumlah masyarakat yang ada di seputaran SMA ini sudah semakin banyak. Kalau jumlah ini kita batasi, maka pasti ada problem,” tuturnya
“Itulah yang harus dicarikan solusi, sehingga tidak jadi masalah di masyarakat terutama masyarakat yang menginginkan anaknya sekolah di SMAN 2 Kendari,” tambahnya.
Sehingga, berdasarkan pengalaman PSB di tahun-tahun sebelumnya, ia berharap agar orang tua siswa memahami jika sistem yang mengatur diterima dan tidaknya calon siswa baru.
“Ini harus kita terima secara bersama karena bukan kita yang membatasi, melainkan ada aturan yang membatasi kita,” tutupnya. (**)
Comment