Pemda Bombana Salurkan 493 Unit Pompa Air ke Petani

BOMBANA, EDISIINDONESIA.id- Pemerintaj kabupaten Bombana melalui dinas Pertanian menyalurkan bantuan pompa air 493 unit terhadap petani.

Bantuan tersebut di serahkan langsung oleh Pj. Bupati Bombana H. Burhanuddin di dampinngi Ketua TP PKK Hj. Fatmawati Kasim Marewa S.Sos, acara ini di gelar di Halaman Kantor Dinas Pertanian, Senin 21/11/2022

Turut hadir Kejari, Kapolres, staf ahli Kepala OPD , Ketua dan Wakil Ketua DPRD serta Anggota perwakilan BP Migas, Pertamina Perwakilan Sultra. Petani penerima serta Penyuluh Pertanian Kabupaten Bomban.

Kepala Dinas Pertanian Muhamad Siarah mengatakan bantuan tahun ini berupa pompa air yang tersalur di Bombana merupakan yang terbanyak dalam dua tahun terakhir jumlahnya 493 unit.

“Bantuan ini kiat sebar di beberapa wilayah di Bombana, seperti Kabaena, Rarowatu Utara, Lantari Kaya, Rumbia, Rarowatu, dan di wilayah Poleang,” kata Muhammad Siarah.

Ia menyebut dengan hadirnya bantuan ini telah mengatasi persoal para petani padi sawah dan petani Korti dengan meningkatnya hasil pertanian mereka pada saat pasca panen.

Sementara itu, Pj. Bupati Bombana H Burhanuddin mengetakan, kegiatan hari ini merupakan bentuk perhatian pemerintah baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah guna untuk mendukung peningkatan Produksi pertanian padi sawah dan hortikultura dengan lahan fungsional 13,372 hektar.

“Produksi tahun 2021 sebesar 78,641 ton gabah kering giling, dengan mengingat daerah pertanian padi sawah kita masih memiliki sawah tadah hujan yang masih membutuhkan bantuan berupa saranah prasaranah yang memadai , denah adanya bantuan berupa mesin pompa air komversi BBM ke BBG ini sangat membantu petani dalam meningkatkan produksi pertanian. Bantuan Pompa Air yang berbahan Bakar Gas (BBG) ini dapat menjawab keluhan para petani yang mengalami kesulitan didalam mendapatkan BBM serta Solar,” katanya

Pj Bupati Bombana Burhanuddin menyebut, ada sistem yang sudah diterapkan pada nelayan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBBN) saya dalam hal ini pemerintah coba usulkan ke kementrian dan meminta Komisi VII untuk membantu saya dalam mongolkan konsep itu dan itu sesegera mungkin. Ucap dia

“Dengan tersalurnya bantuan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bisa membantu para petani meningkatkan produksinya, saya juga minta pada Dinas Pertanian membuat tolak ukur bahwa yang diberikan bantuan ini benar benar bisa meningkatkan produksi. Ini bisa dilihat nanti peningkatan produksi petani padi sawah dan Hortikultura sebelum dan sesudah Pemerintah memberikan bantuan tersebut, berapa perpanen dan setelah adanya bantuan ini hasilnya berapa, akan kita lihat berapa peningkatannya ini akan dievaluasi natinya,” pungkasnya. (**)

Comment