KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat adanya peningkatan volume sampah di Kota Kendari, sejak aktivitas masyarakat kembali normal.
Hal itu disampaikan, Kepala Bidang Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 DLHK Kota Kendari, Adi Jaya Purnama saat ditemui, di kantornya, Rabu (12/10/2022).
Ia membeberkan bahwa, sejak tahun 2021 lalu produksi sampah di Kota Kendari mencapai 264,5 ton perharinya dan di tahun 2022 ini mengalami peningkatan sekitar 2 persen. Menurutnya, pengelolaan sampah di Kota Kendari adalah hal yang berat.
“Apalagi Kota Kendari inikan memang menuju kota yang maju, untuk pengelolaan sampah kami dari DLHK menangani untuk tahun 2021 timbulan sampah yang ada itu sekitar 264,5 ton perhari,” ungkapnya.
Sehingga ia berharap, masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah untuk mendukung segala upaya yang dilakukan dalam menanggulangi peningkatan volume sampah di Kota Kendari.
“Kita harap masyarakat bisa mendukung program-program pemerintah, bisa membuang sampah pada tempatnya, membuang sampah tepat waktu. Syukur-syukur kalau bisa juga memilah sampah-sampahnya,” harapnya.
Lanjut ia menyampaikan, bahwa hingga saat ini pihaknya terus memonitor dan mengevalusasi penyebaran rute pengakutan demi meminimalisir sampah-sampah yang terlewatkan oleh para petugas pengakut sampah di lapangan.
“Jadi ini masih terus menjadi hal yang fokus untuk kita tangani. Khusus untuk Kota Kendari memang proyeksi sampahnya tidak bisa kita ukur dari data BPS, karena bukan hanya yang ber KTP kota yang kita tangani hari ini,” ungkapnya.
“Banyak juga pendatang seperti mahasiswa yang kuliah atau orang yang lagi kunjungan kerja ini juga ikut menyumbang sampah di Kendari,” tambahnya. (**)
Comment