EDISIINDONESIA.com- Memilih pasangan karena terburu-buru memang kerap bikin malu dan menyesal. Apalagi kalau salah pilih pasangan, nyarinya perawan dapatnya malah bekas orang.
Usia Arun (bukan nama sebenernya) sudah menginjak kepala tiga lebih empat tahun. Karena sibuk bekerja, sampai-sampai tak sempat cari pasangan. Orang tuanya Arun sudah bingung tak karuan. Sebab anaknya, Arun, masih saja melajang hingga 34 tahun.
Tiap hari, Arun dipaksa menikah oleh orang tuanya. Kalau pulang ke rumah, diminta harus sudah bawa calon pasangan. Yang membuat Arun terkejut adalah pesan ayahnya. Minta jangan lama-lama. Katanya, mumpung orang tua masih ada. Jadi masih bias melihat buah hatinya bersanding di pelaminan.
“Ya kaget Mas, bingung juga. Orang tua bilang seperti itu. Kok hati saya bergetar. Takut kalau itu wasiat terakhir ayah,” kata Arun di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya.
Mendengar hal itu Arun pun tiba-tiba semangat cari pasangan. Ibarat gayung bersambut, Arun bertemu Maryam, 29 (bukan nama sebetulnya). Dilihat-lihat, kok ya cantik juga. Arun pun merasa Maryam lah wanita yang dikirim Tuhan untuknya.
Tanpa basa basi, Arun mengajak Maryam ke orang tuanya. Arun melapor jika sudah punya calon. “Ya siapa yang enggak senang Mas. Karena nyari wanita (yang baik) zaman sekarang susah. Ya untung saja ada dia,” bebernya.
Tiga bulan berselang, Arun dan Maryam akhirnya melangsungkan pernikahan. Dua tahun menikah, Arun mulai kaget. Sebab Baryam kerap meminta uang belanja lebih dari biasanya. Hati Arum pun bergumam tak karuan. “Buat apa banyak, kan belum punya anak,” imbuh Arun.
Lama-lama, Maryam bercerita, jika itu untuk dua anaknya dengan suami sebelumnya. Mendengar pengakuan Maryam, Arun pun geleng-geleng kepala. Ternyata Maryam adalah seorang janda dengan dua buntut. Sejak saat itu, Arun merasa ditipu Maryam.
Kerap bertengkar hingga sering terjadi percekcokan. Arun mengaku jika Maryam tak mau bercerita karena ia tak pernah bertanya. Arun yang merasa kecewa dan kerap berbeda pendapat membuat minta pisah dengan Maryam.
Pergi ke PA Klas 1A Surabaya untuk urus gugatan. Katanya sudah tak ada kecocokan bersama. “Ya dua tahun Mas dia gak cerita. Saya juga merasa gak ada apa-apa. Ya siapa yang enggak kecewa. Dua anak lagi. Untung saya belum punya anak sama dia,” bebernya. (ei/rsb)
Comment