Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan Tiba di Kendari

Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI), Indrawan Ibonk. (Foto: ASL/EI)

KENDARI, EDISIINDONESIA.com – Empat orang yang tergabung dalam Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) akhinya tiba di Kota Kendari, Sultra pada Jumat (4/1/2022) siang.

Tim yang terdiri dari Sonny Wibisono, Indrawan Ibonk, Yanni Krishnayanni dan Aji Tunang Pratama ini telah memulai ekspedisi keliling Nusantara sejak 28 Oktober 2021 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda lalu.

Indrawan Ibonk menjelaskan para wartawan ini tak hanya menjelajahi daerah di Tanah Air, namun juga melaporkan perjalanan dalam tulisan yang akan mereka buat nantinya.

Tak hanya itu, mereka juga telah dan bakal mendaki Seven Summit Indonesia yakni Gubung Kerinci (3.805mdpl), Bukit Raya (2.278 mdpl), Latimojong (3.443mdpl), Binaiya (3.027mdpl), Cartenz Pyramid (4.884mdpl) dan Semeru (3.676.mdpl).
perjalanan dengan menempuh jarak 17.000 km itu bert

“Ini dilakukan memang untuk melihat destinasi terbaik yang ada di Indonesia kemudian pembangunan yang ada baik jalan, jembatan, kemudian budaya juga tentunya akan kita liput juga dengan Seven Summit Indonesia juga disempatkan untuk didaki,” ujar Ibonk.

Tim JKW-PWI ini telah melalui rute dari Jakarta-Banten-Lampung lalu estafet ke menuju Sabang lalu menyeberang ke Kepulauan Riau.

“Kita ke Batam lalu nyebrang ke Tarakan, lalu menjelajahi semua provinsi di Pulau Kalimantan lalu kita nyebrang ke Toli-toli,” tambahnya.

Usai tiba di Toli-toli, tim kemudian bergerak ke Manado kemudian menyempatkan diri menuju Ternate, lalu kembali ke Manado.

“Dari Manado, tim bergerak ke Gorontalo, Sulawesi Barat: Mamuju, Sulawesi Tengah: Palu, Sulawesi Selatan: Makasar hingga ke Kendari, setelah ke sini baru kembali ke Makassar lalu nyebrang ke Maluku lalu ke Papua dan saat ini kami hitung sudah 12.000 km,” katanya.

Ditanya soal perkiraan waktu finish, Ibonk menyebut sekitar bulan Maret, dikarenakan beberapa faktor yang mengambat selama perjalanan.

“ini tertait denga cuaca dan yang merisaukan sebenarnya adalah jadwal penyeberangan kapal karena tidak ada jadwal yang fix dari ASDP atau Pelni, kami terbuang waktu tiga minggu lebih hanya menunggu jadwal penyeberangan itu terjadi di Tanjung Pinang ke Kalimantan dan dari Kalimantan ke Sulawesi”.

“Sebenarnya ini HPN ini dijadikan ujung dari rangkaian penutup dari kita tapi ternyata waktunya tidak cukup, nanti tim akan di HPN dulu mungkin di tanggal 9 atau 10 (Februari) akan jalan lagi,” tutup Ibonk. (**)

Reporter: ASL

Comment