Jadi Lima Hari Saja, Menko Luhut Pangkas Kebijakan Karantina WNA dan WNI

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: dok. Istimewa)

EDISIINDONESIA.com- Kebijakan karantina bagi wargan negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) dipangkas.

Koordinator PPKM Pulau Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, kebijakan karantina yang sebelumnya diterapkan selama tujuh hari kini dipangkas menjadi lima hari.

“Perlu ada perubahan strategi seiring dengan lebih tingginya kasus akibat transmisi lokal. Untuk itu, pemerintah mengubah aturan karantina tujuh hari menjadi lima hari dengan catatan, WNI dan WNA yang masuk ke Indonesia wajib vaksinasi lengkap,” tegas Luhut dalam konferensi persnya, Senin (31/1).

Namun demikian, bagi WNI dan WNA yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama akan tetap dilakukan karantina selama tujuh hari setelah perjalanan di luar negeri.

“Kebijakan ini diberlakukan mengingat sebagai besar varian PPLN adalah Omicron dan berbagai riset telah menunjukkan masa inkubasi varian ini berada di kisaran 3 hari,” ujarnya.

Dia menambahkan, langkah pemerintah menurunkan hari karantina ini juga mempertimbangkan perlunya realokasi sumber daya yang dimiliki.

“Wisma yang tadinya digunakan untuk karantina PPLN akan dipersiapkan untuk isolasi terpusat (isoter) seiring dengan kebutuhan isoter yang diprediksi meningkat untuk kasus konfirmasi positif OTG dan bergejala ringan,” tutupnya. (ein)

sumber:rmol

Comment