Pemerintah Ubah Skema Pelatihan Manejer Kopdes, Fokus Bela Negara dan Manajerial

EDISIINDONESIA.id – Pemerintah melakukan penyempurnaan terhadap program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sebagai bagian dari upaya menyiapkan calon manajer untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, perubahan dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan program SPPI. Salah satu hasil evaluasi tersebut adalah penyesuaian konsep pelatihan.

Jika sebelumnya pelatihan mengadopsi pendekatan latihan dasar kemiliteran, kini konsep tersebut diubah menjadi pelatihan bela negara yang dipadukan dengan penguatan kompetensi manajerial.

“Pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama,” kata Qodari dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7).

Menurut Qodari, perubahan metode pelatihan tidak menghilangkan nilai-nilai utama yang menjadi fondasi program. Pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat cinta Tanah Air tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan peserta.

Yang disesuaikan, lanjut dia, adalah metode pelaksanaan agar lebih efektif sekaligus memperhatikan kondisi fisik dan mental peserta selama mengikuti pelatihan.

“Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri,” ujarnya.

Qodari meyakini penyempurnaan tersebut akan meningkatkan kualitas pelaksanaan SPPI sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program itu.

Ia berharap pendekatan yang lebih humanis mampu melahirkan generasi penggerak pembangunan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat serta semangat bela negara.

“Kami akan melihat lahirnya generasi penggerak yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan semangat bela negara,” katanya.

Lebih lanjut, Qodari menegaskan pemerintah akan terus memberikan pendampingan kepada seluruh peserta SPPI selama menjalani pendidikan. Pendampingan tersebut mencakup pembinaan sekaligus perlindungan agar peserta siap menjalankan tugas sebagai pengelola Kopdes Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih.

Menurut dia, para peserta merupakan generasi muda yang dipilih untuk mendukung pembangunan desa dan kawasan pesisir melalui berbagai program prioritas nasional. Karena itu, pemerintah ingin memastikan mereka memperoleh bekal pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang memadai.

Selain peningkatan kualitas pelatihan, aspek keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan peserta juga menjadi perhatian utama pemerintah. Qodari menegaskan seluruh proses pembelajaran harus berlangsung dalam kondisi yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta.

Ia menambahkan, tidak ada target program pemerintah yang lebih penting daripada memastikan seluruh peserta dapat mengikuti pendidikan dengan baik.

“Dengan penyempurnaan yang dilakukan, SPPI diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter, profesional, dan siap mengabdi bagi kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (edisi/fajar)

Comment