KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menggelar Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) pada Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Imperial Kendari ini dihadiri oleh ratusan pengurus yang mewakili jajaran di berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.
Ketua DPW PSI Sultra, La Ode Rajiun Tumada, menyatakan pertemuan ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi menyeluruh untuk mematangkan kesiapan organisasi dalam menghadapi pesta demokrasi tahun 2029 mendatang.
“Rakorwilsus ini diselenggarakan untuk membahas penguatan struktur kepengurusan, mulai dari tingkat DPW, DPD, DPC, hingga tingkat kelurahan dan desa,” ujarnya.
Rajiun menjelaskan bahwa kegiatan ini sebenarnya direncanakan pada Sabtu (27/6/2026) lalu, namun harus diundur karena terkendala ketersediaan logistik dan atribut rapat.
“Kegiatan seperti ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Kami sempat mengundur jadwal dari tanggal 27 Juni karena terkendala logistik, sehingga baru bisa diselenggarakan hari ini,” jelasnya.
Ia mengaku optimis menatap Pemilu 2029. Keyakinan itu didukung oleh bergabungnya sejumlah mantan anggota DPRD, mantan kepala daerah, serta tokoh masyarakat terkemuka di Sulawesi Tenggara ke dalam jajaran partai berlambang gajah itu.
Pada kesempatan yang sama, mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, turut hadir untuk memberikan arahan dan materi kepada seluruh pengurus yang hadir.
Menurut Nur Alam, PSI memiliki prospek politik yang cerah meskipun masih tergolong partai muda.
“PSI adalah partai yang punya masa depan bagus. Meskipun masih baru, keanggotaannya banyak didominasi oleh kaum muda, sehingga memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan mengonsolidasikan kekuatannya,” ungkapnya.
Ia juga menilai masuknya para tokoh dan mantan pejabat daerah akan semakin memperkuat posisi PSI sebagai salah satu kekuatan politik yang patut diperhitungkan pada ajang pemilihan umum mendatang.
Melalui Rakorwilsus ini, DPW PSI Sultra menargetkan agar konsolidasi organisasi semakin kokoh, sehingga seluruh jajaran dapat bergerak secara selaras dan terkoordinasi dalam menyongsong agenda politik nasional tahun 2029.(**)
Comment