NTP Sulawesi Tenggara Turun 1,64 Persen pada Maret 2026

KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Sulawesi Tenggara pada Maret 2026 tercatat sebesar 98,55 atau mengalami penurunan 1,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 100,19, Minggu (3/5/2026).

Penurunan ini menunjukkan melemahnya daya tukar petani terhadap barang dan jasa yang mereka konsumsi maupun untuk kebutuhan produksi.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara, turunnya NTP dipicu oleh penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,22 persen.

Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru mengalami kenaikan sebesar 0,43 persen, sehingga semakin menekan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Secara rinci, NTP pada masing-masing subsektor menunjukkan variasi kinerja. Subsektor Tanaman Pangan mencatat NTP sebesar 103,36, disusul Hortikultura sebesar 107,11.

Sementara itu, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat berada di bawah angka 100, yakni 89,58. Subsektor Peternakan tercatat sebesar 108,43, dan Subsektor Perikanan sebesar 109,32.

Adapun secara nasional, NTP Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar 125,35 atau turun tipis 0,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 125,45.

Selain itu, pada bulan yang sama terjadi peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Sulawesi Tenggara sebesar 0,46 persen. Kenaikan ini salah satunya dipicu oleh meningkatnya indeks harga pada kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki.

Penurunan NTP ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah, mengingat indikator tersebut mencerminkan tingkat kesejahteraan petani serta keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran di sektor pertanian. (**)

Comment