KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Gempabumi tektonik berkekuatan 3,0 Magnitudo terjadi di wilayah Kota Kendari, Minggu (15/3/2026).
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempabumi terletak pada koordinat 4,13 Lintang Selatan (LS) dan 122,71 Bujur Timur (BT).
Plt. Kepala Balai BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, mengatakan fenomena ini disebut sebagai gempabumi dangkat akibat aktivitas sesar di Kota Kendari.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Kendari Segmen Central (Tengah),” katanya.
Lebih lanjut,kata dia, estimasi peta guncangan (Shakemap) dan laporan masyarakat, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Moramo Kabupaten Konawe Selatan dengan skala intensitas II-III MMI.
Kendati demikian, saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Selain itu, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya potensi satu aktivitas gempabumi susulan berkekuatan 2,6 Magnitudo.
“Hasil monitoring BMKG menunjukkan 1 aktivitas gempabumi susulan dengan M 2.6 (aftershock),” ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Informasi resmi terkait gempa bumi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi seluler InfoBMKG dan WRS-BMKG.(**)
Comment