EO STQH Nasional Kendari Buka Suara: Tegaskan Peran Terbatas, Minta Maaf Atas Polemik Maskot Anoa

KENDARI, EDISIINDONESIA.id– Manager PT Argo Pesona Indonesia, Galih, akhirnya angkat bicara pada Jumat (10/10/2025) terkait kontroversi maskot Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Nasional ke-28 di Kendari.

Dalam klarifikasinya, Galih menegaskan bahwa perusahaannya hanya bertindak sebagai penyelenggara teknis dan pembuat desain grafis, dengan seluruh proses melalui persetujuan ketat dari pihak panitia.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Galih menjelaskan bahwa PT Argo Pesona Indonesia tidak memiliki kapasitas untuk menilai aspek religius dari desain maskot yang menampilkan Anoa berhijab memeluk Al-Qur’an.

“Kami hanya menyelenggarakan dan membuat desain grafis. Kami tidak dalam kapasitas untuk menilai apakah desain tersebut ‘buruk’ atau ‘baik’ di mata orang lain terkait agama. Penilaian tersebut merupakan tanggung jawab pihak atau kapasitas lain,” ujarnya.

Dia menambahkan, semua desain dan logistik—bahkan hingga penempatan kursi—harus melalui panduan dan persetujuan berjenjang dari panitia atau otoritas terkait. Prosedur ketat ini, menurut Galih, adalah standar operasional untuk mencegah kesalahpahaman dan masalah.

PT Argo Pesona Indonesia bukanlah pemain baru dalam event berskala besar. Galih menyebutkan pengalaman mereka yang luas, termasuk 11 kali terlibat dalam penyelenggaraan MTQ/STQ tingkat provinsi atau nasional di berbagai daerah seperti Jawa, Maluku, dan Jambi, serta MTQ Internasional di Jakarta tahun ini.

“Menjadi tuan rumah event sebesar STQH Nasional adalah kesempatan yang langka, yang biasanya terjadi setiap puluhan tahun sekali. Oleh karena itu, tujuan utama perusahaannya adalah memaksimalkan seluruh potensi yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menyelenggarakan perhelatan yang terbaik,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Galih menyampaikan permohonan maaf atas polemik maskot STQH ke-28 Kendari yang telah menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat dan pemerintah.

Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai pembagian peran dan komitmen profesionalisme penyelenggara dalam event akbar nasional tersebut.(**)

Comment