EDISIINDONESIA.com – Invasi Rusia ke Ukraina berdampak luar biasa bagi Chelsea. Tim asal London itu dilarang menjual tiket pertandingan dan terkena larangan transfer.
Adapun tiket pertandingan yang dilarang dijual meliputi kandang dan tandang. Hal ini disebabkan pemilik Chelsea, Roman Abramovich, diberi sanksi oleh pemerintah Inggris.
Ya, Abramovich merupakan pria yang berasal dari Rusia. Dia memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Oleh sebab itu, seluruh asetnya dikabarkan telah dibekukan oleh pemerintah Inggris.
Dilansir dari The Sun, Kamis (10/3/2022), Chelsea awalnya disiapkan untuk dijual oleh Abramovich pada pekan lalu.
Telah ada sejumlah pengusaha yang berminat membelinya. Adapun sang pemilik berharap bisa memperoleh sekira Rp3 miliar poundsterling (Rp56 triliun) dari penjualan klub tersebut.
Akan tetapi, sanksi dari pemerintah Inggris membuatnya tidak akan bisa menjual klub. Selain itu, The Blues juga tidak akan diizinkan menjual tiket pertandingan kandang dan tandang.
Meski begitu, terdapat pengecualian bagi para pemegang tiket musiman. Mereka masih bisa menghadiri sisa pertandingan Chelsea untuk musim ini. Meski begitu, tetap saja larangan ini akan membuat Stadion Stamford Bridge kosong alias tidak dihadiri banyak penonton. (**)
Sumber: The Sun
Comment