Mayoritas Penderita COVID-19 di Kendari Jalani Isolasi Mandiri

Kadis Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum.

KENDARI, EDISIINDONESIA.com – Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara terus meningkat. Meski demikian, mayoritas penderita COVID-19 hanya menjalani isolasi mandiri (isoman).

Dinkes Kendari menyampaikan terkait data kewaspadaan COVID-19 per hari Kamis (17/2) dengan kasus aktif sebanyak 888 kasus aktif yang mayoritas pasiennya melakukan isolasi mandiri sebanyak 828 orang.

Semenetara yang menjalani isolasi terpusat sebanyak 34 orang dan ada sebanyak 91 orang yang dirawat di 6 rumah sakit di Kota Kendari.

Hal ini diungkapkan oleh Kadis Kesehatan Kota Kendari drg. Rahminingrum.

“Jumlah kasus aktif sebanyak 888 orang, dengan jumlah meninggal dunia 1 orang, sembuh 37 orang, isolasi terpusat 34 orang, isolasi mandiri 828 orang, dan dirawat di rumah sakit 91 orang dengan rincian warga kota Kendari 60 orang dan warga luar Kota Kendari 31 orang,”ungkapnya.

Lanjutnya, bahwa dari 91 orang ini dirawat di 6 rumah sakit di Kota Kendari.

“35 orang dirawat di RS Bahteramas, 18 dirawat di RSUD Kota Kendari, 25 dirawat di RS Bhayangkara, 2 di rumah sakit Ismoyo Korem, 9 orang dirawat di RS Hermina, dan 2 dirawat di RS Aliyah I,”urainya.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan adapun tempat tidur yang tersedia untuk perawatan pasien COVID-19 berjumlah 224 tempat tidur, dan terisi sebanyak 91 tempat tidur atau sekira 41 persen.

“Sedangkan untuk ketersediaan oksigen di rumah sakit, ada sebanyak 750 tabung besar,”ujarnya.

Kata drg. Rahminingrum, bahwa positivity rate dalam 7 hari terakhir ini sebesar 10,12 persen.

“Dan dengan situasi COVID-19 di Kota Kendari per 11 Februari 2022 kemarin, maka Kota Kendari diassessment untuk dinaikkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level 3,”pungkasnya.

Untuk diketahui, per hari Kamis (17/2), target vaksinasi di Kota Kendari sebanyak 265.147 orang penduduk Kota Kendari dengan capaian dosis I sebanyak 253.507 orang atau sebesar 95,6 persen, dosis II sebanyak 168.410 orang atau sebesar 63,5 persen, dan dosis III sebanyak 8.677 orang atau sebesar 3,8 persen.

Untuk jumlah target vaksinasi lanjut usia (Lansia) sebanyak 17.040 orang, dengan capaian dosis I sebanyak 9.016 orang atau sebesar 52,9 persen, dosis II sebanyak 6.951 orang atau sebesar 40,8 persen, dan dosis III sebanyak 511 atau sebesar 3 persen.

Target vaksinasi anak sebanyak 37.352 anak dengan capaian dosis I sebanyak 7.436 orang atau sebesar 19,9 persen. (**)

Sumber: Wajah Sultra

Comment