MAKASSAR, EDISIINDONESIA.id — Laga Big Match antara Bali United vs PSM Makassar di Stadion Bj Habibie berakhir dengan kekalahan tim tuan rumah.
Meski sempat unggul dibabak pertama, namun kartu merah yang dikeluarkan wasit pada menit ke-30 membuat performa PSM Makassar dibabak kedua sangat terpengaruh.
Babak pertama PSM unggul lebih dulu melalui Rizky Pratama menit 5, namun dibalas B Privat menit 12.
PSM kembali unggul usai gol Sayuri menit 41.
Tetapi Ilija Spasojevic membalas dengan dua golnya di menit ke-74 dan 85′.
Berdasarkan catatan statistik, PSM Makassar sebetulnya unggul jumlah tembakan dibandingkan Bali United. Armada Bernado Tavares melepaskan 17 tembakan berbanding 13 milik Bali United.
Meski begitu, tuan rumah Bali United unggul dalam hal penguasaan bola. Serdadu Tridatu menguasai 66% ball possession berbanding 34% milik PSM.
Dari segi bertahan, PSM juga bermain cukup disiplin. Pertahanan PSM yang dikomandoi Yuran Fernandes mencatatkan 15 tekel, 29 intersep, dan 19 sapuan.
Berbanding Bali United lebih sedikit dengan 18 tekel, 25 intersep, dan 8 sapuan.
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares menilai, timnya bermain baik melawan tim yang bagus. Meskipun hasil tidak berbuah kemenangan buat timnya.
“Kita melawan tim bukan jelek, kita melawan tim bagus yang punya fasilitas bagus, yang punya budget bagus. Kita sampaikan selamat kepada Bali United. Dan tentu saja kita tidak menang dan kita sedih dan kecewa tetapi inilah sepakbola,” ujar Bernardo usai laga.
Bernado senang karena para pemainnya berjuang keras. Padahal timnya hanya bermain 10 menit pada menit ke-30 setelah Safrudin Tahar dikartu merah wasit.
“Saya bangga kepada mereka, hampir lebih dari 1 jam (kami) kekurangan 1 pemain,” jelasnya.
Atas hasil ini Bali United naik ke posisi puncak klasemen, sementara PSM Makassar turun ke posisi 11. (**)
Comment