KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) targetkan pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sultra sebanyak 120.000 user baru untuk tahun 2023.
Dimana, hingga saat ini pengguna QRIS di Sultra baru mencapai 95.000 user. Sehingga, untuk memperluas layanan transaksi digital tersebut, BI menggandeng sejumlah universitas dan beberapa sekolah di Kota Kendari terkait penggunaan QRIS.
Beberapa universitas dan sekolah itu, diantaranya Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari.
Kemudian, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari, Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka, SMA Negeri 1 Kendari, SMA Kartika dan lainnya.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Doni Septadijaya mengatakan pihaknya ingin melakukan diseminasi mengenai kanal pembayaran QRIS kepada dunia kampus. Bukan hanya kepada mahasiswa tetapi juga seluruh civitas akademika.
Apalagi mahasiswa dinilai bisa melakukan edukasi kepada masyarakat tertentu. Terlebih jika mereka kembali ke rumah masing-masing atau bahkan pulang ke daerah mereka dapat membantu teman-teman komunitasnya terkait cara penggunaan QRIS.
“Karena teman-teman mahasiswa ini adalah salah satu agen yang mampu menyebarkan dan mengedukasi masyarakat yang lebih luas lagi,” kata Doni disela-sela kegiatan Kick Off Qris Goes to Campus, bertempat di Auditorium UHO Kendari, Kamis (15/6/2023).
“Kalau kita melakukan edukasi kepada masyarakat tertentu yang lebih dewasa, biasanya kalau tidak bisa, malu bertanya. Jadi kita edukasi mahasiswa,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UHO Kendari, Prof Dr Muhammad Zamrun Firihu mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung penggunaan QRIS di lingkungan kampus UHO Kendari.
“Karena masyarakat yang berpendidikan itu kan paling tidak bisa menjadi agen, atau yang mentranformasikan kepada masyarakat sehingga pengguna QRIS di Sultra bisa semakin meningkat di tahun atau di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Bahkan, kedepan pihaknya berencana untuk pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa, dan gaji pegawai di UHO akan menggunakan QRIS. Apalagi saat ini, baik untuk pembayaran UKT mahasiswa, gaji dan lainnya telah menggunakan elektronik.
“Nah sekarang tinggal bagaimana kita mengintegrasikan QRIS dalam proses itu, baik gaji, honor, kemudian uang UKT mahasiswa. Saya kira nanti kita tinggal transformasi sedikit saja, paling tidak pembayaran non tunai di UHO kita sudah lakukan sejak dari dulu sampai dengan hari ini,” tutupnya. (**)
Comment