Jokowi Bakal Serahkan Bantuan ke Korban Tragedi Kanjuruhan

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi)/Foto: INT

EDISIINDONESIA.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menyerahkan secara langsung santunan bagi keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu.

Kepala negara akan bertemu dengan keluarga korban yang direncanakan pada Kamis, 6 Oktober 2022 mendatang.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/10/2022).

“Untuk santunan korban insya Allah dalam waktu dua hari ke depan Presiden akan mampir, akan menyerahkan sendiri bansos itu sebagai bentuk simpati dan empati serta perhatian pemerintah kepada korban pertandingan sepak bola di kanjuruhan itu,” kata Mahfud.

“Mungkin hari Kamis akan ke sana. Akan dikoordinasikan,” sambungnya.

Mahfud menyatakan, sampai saat ini data yang tercatat sebanyak 125 orang meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Nantinya, setiap keluarga akan mendapatkan santunan senilai Rp 50 juta.


“Sampai saat ini masih tercatat 125 orang meninggal dunia dan itu masing-masing keluarganya akan diberi Rp 50 juta dan akan diserahkan presiden sendiri di Jawa Timur. Mungkin di Malang, mungkin di Surabaya. Sedang disiapkan teknisnya,” demikian Mahfud.

Terkait tragedi Kanjuruhan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan akan menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi untuk mengusut insiden nahas tersebut. Sejauh ini Polri telah mengidentifikasi korban meninggal dunia dalam tragedi tersebut sebanyak 125 orang.

“Hasil verifikasi terakhir dengan data di dinkes, kab/kota terkonfirmasi terverifikasi, dari awal 129 orang. Saat ini dari hasil pemeriksaan dan verifikasi, jumlahnya 125 orang. Ada yang tercatat ganda,” ucap Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Malang, Jawa Timur, Minggu (3/10) malam.

Pihaknya juga menyampaikan duka cita mendalam terhadap meninggalnya suporter, Aremania di Kanjuruhan. Insiden terjadi Sabtu (1/10) malam setelah rangkaian pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

“Sesuai dengan arahan Presiden, karena begitu besarnya yang meninggal dunia, kami bersama-sama tim akan melaksanakan pengusutan terkait dengan proses penyelenggaraan dan pengamanan, sekaligus tentunya investigasi terkait peristiwa terjadi,” ujar Listyo.

Sementara itu, terkait dengan penembakan gas air mata, lanjut Listyo, tim akan mendalami SOP dan tahapan-tahapan yang dilakukan oleh satuan tugas atau tim pengamanan yang melaksanakan tugas saat pertandingan.

“Informasi terkait upaya-upaya penyelamatan pemain dan official Persebaya dan Arema, semuanya akan di dalami. Ini akan jadi satu bagian yang kami investigasi secara tuntas, baik dari penyelenggara dan pengamanan serta pihak-pihak yang perlu dilakukan pemeriksaan untuk menuntaskan peristiwa dan siapa yang harus bertanggung jawab,” pungkas Listyo. (edisi/jawapos)

Comment