Wakatobi Biosfer Run 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Andi Ajak Ribuan Pelari Jadi Duta Konservasi

WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id — Minggu pagi (8/11/2026), Wakatobi berwarna cerah. Ribuan pelari dari berbagai pelosok Indonesia berkumpul untuk memulai Wakatobi Biosfer Run 2026, ajang olahraga sekaligus pernyataan cinta pada alam. Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, hadir langsung melepas peserta bersama Bupati Wakatobi, dan menyampaikan pesan yang tak sekadar lari.

“Setibanya di daerah masing-masing, ceritakanlah pesona alam dan kekayaan budaya Wakatobi. Jadilah duta konservasi, agar semangat pelestarian ini terus menggema dan menginspirasi banyak pihak,” ajak Gubernur di hadapan ribuan peserta.

Ajang ini menjadi puncak peringatan Hari Biosfer Dunia 2026 di kawasan yang dikenal sebagai surga bawah laut Indonesia. Mengusung tema **“Berlari untuk Konservasi, Bergerak untuk Masa Depan Berkelanjutan”**, kegiatan ini memadukan semangat olahraga dengan komitmen menjaga ekosistem laut yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat Wakatobi.

Lebih dari Sekadar Lari

Wakatobi Biosfer Run bukan sekadar ajang menguji ketahanan fisik. Peserta datang tak hanya dari Wakatobi, melainkan dari berbagai kabupaten di Sultra hingga sejumlah daerah di seluruh Indonesia. Bagi Gubernur Andi, kehadiran mereka adalah peluang emas: agar kepedulian terhadap kelestarian alam tak berhenti di garis finis, melainkan pulang sebagai semangat yang dibawa ke mana pun.

“Kepedulian kalian terhadap alam harus terus tumbuh, bahkan setelah meninggalkan Wakatobi. Inilah makna sebenarnya dari lari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Wakatobi menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk menjadikan wisata olahraga berwawasan lingkungan ini agenda tahunan. Harapannya sederhana: agar kehadiran ribuan tamu membawa dampak nyata, membuka peluang usaha bagi warga, sekaligus memperkenalkan potensi Wakatobi yang lebih luas.

Jelajah Surga Tersembunyi

Bagi peserta dari luar daerah, kunjungan ini bukan sekadar berlari. Mereka diajak mengenal Wakatobi lebih dekat: menyelami keindahan bawah laut yang mendunia, menjelajahi gua-gua air yang memukau, hingga mencicipi ragam kuliner khas yang kaya rasa. Wakatobi ingin dikenang bukan hanya sebagai tempat lari, melainkan sebagai rumah yang indah, yang patut dijaga bersama.

Sebelum lari digelar, rangkaian peringatan Hari Biosfer Dunia telah dibuka dengan seminar internasional selama dua hari. Para peneliti dari Universitas Ryukyu (Jepang), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), UNESCO-MAB, serta UNDP berkumpul untuk berbagi gagasan tentang pelestarian kawasan biosfer dan pembangunan berkelanjutan.

Turut hadir dalam pelepasan peserta, Ketua TP PKK Provinsi Sultra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sultra, serta perwakilan instansi terkait.

Kini, para pelari telah melangkah. Langkah mereka bukan sekadar di jalanan Wakatobi, melainkan jejak pengingat: menjaga alam adalah menjaga masa depan.(**)

Comment