EDISIINDONESIA.id – Veda Ega Pratama mampu melakukan start dengan baik untuk memperbaiki posisinya dalam balapan Moto3 Qatar 2026.
Pebalap Indonesia itu harus memulai balapan dari posisi ke-14, setelah mendapat hukuman turun enam grid akibat pelanggaran aturan bendera kuning saat sesi practice, Jumat (6/11/2026).
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama mengakui posisi start ke-14 bukan situasi ideal bagi Veda untuk bersaing di barisan terdepan. Meski demikian, ia optimistis pebalap asal Gunungkidul tersebut masih berpeluang merebut posisi dan memperjuangkan hasil lima besar.
“Namun, jika Veda Pratama mampu menemukan kecepatan yang kuat sejak awal dan melakukan start yang baik, maka saya yakin ia memiliki potensi untuk merebut kembali posisi, dan berjuang untuk hasil lima besar,” kata Hiroshi Aoyama dalam keterangan resmi Honda Team Asia, Minggu (8/11/2026).
Menurutnya, kemampuan Veda Ega Pratama melakukan start dengan baik akan sangat menentukan hasil balapan. Terlebih, catatan waktu sebagian besar pembalap Moto3 Qatar terbilang berdekatan sehingga persaingan diperkirakan berlangsung ketat.
Kecepatan di antara sebagian besar pembalap terlihat cukup berdekatan, jadi akan menarik untuk melihat apa yang dapat dicapai Veda Pratama dari posisi start mereka,” lanjutnya.
Aoyama juga memberikan penilaian positif terhadap penampilan Veda pada sesi kualifikasi. Pebalap Indonesia itu menempati posisi kedelapan di Q2 Moto3 Qatar 2026, meski mengalami sejumlah kendala lalu lintas saat berusaha mencatatkan waktu terbaik.
“Hasilnya bisa lebih baik, karena ia mengalami beberapa kendala lalu lintas selama lap tercepatnya. Ia harus menyalip satu pembalap, dan kemudian pembalap lain mengganggu kemajuannya di sektor terakhir. Meskipun demikian, perasaannya terhadap motornya positif, yang merupakan hal penting,” bebernya.
Selain Veda, Aoyama turut menyoroti perkembangan rekan setimnya, Zen Mitani. Pebalap Jepang tersebut tampil menjanjikan di Q1 dan berhasil melaju ke Q2, tetapi catatan waktu terbaiknya di sesi tersebut dibatalkan akibat pelanggaran batas lintasan.
“Hari kualifikasi ini sangat seru bagi kami. Zen tampil sangat baik di Q1. Ia mencatatkan waktu 2’03.3 dan finis di posisi kedua, yang memungkinkannya melaju ke Q2. Itu adalah penampilan yang luar biasa,” tuturnya.
“Di Q2, dia melakukan dua kali time attack dan awalnya menghasilkan beberapa lap yang bagus. Sayangnya, lap terbaiknya dibatalkan karena melanggar batas lintasan,” bebernya.
Pembatalan catatan waktu tersebut turut memengaruhi performa Mitani. Aoyama menilai penampilan pebalap Jepang itu sedikit menurun setelah insiden tersebut hingga akhirnya menempati posisi ke-17.
“Setelah itu, performanya sedikit menurun, dan akhirnya dia finis di posisi ke-17. Itu bukan posisi yang diinginkannya, tetapi saya pikir dia telah berusaha keras dan menunjukkan potensi yang bagus pada babak kualifikasi,” tutupnya.
Sebelumnya, Veda Ega Pratama dijatuhi hukuman setelah dinilai melanggar aturan bendera kuning pada sesi practice, Jumat (6/11/2026). Akibat pelanggaran tersebut, ia harus menerima penalti turun enam posisi di grid start untuk balapan Moto3 Qatar, Minggu (8/11/2026).
Hukuman tersebut dihitung berdasarkan hasil kualifikasi Veda. Setelah finis di posisi kedelapan pada Q2, pebalap Indonesia itu harus turun enam posisi sehingga memulai balapan dari urutan ke-14. (edisi/bs)
Comment