Kronologi Bayi Ditemukan di Eks Gedung UPTD Pendidikan Kapontori

BUTON, EDISIINDONESIA.id – Polres Buton merilis kronologi penemuan seorang bayi perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 10 hari di dalam bangunan bekas Kantor UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, pada Rabu (8/7/2026).

Kasi Humas Polres Buton, AKP Anwar, menjelaskan bahwa bayi itu pertama kali diketahui keberadaannya setelah seorang warga mendengar suara tangisan dari dalam bangunan yang sudah tidak difungsikan lagi.

“Awalnya pada Rabu, 8 Juli 2026 sekitar pukul 09.25 WITA, saksi bernama Maman berada di Kelurahan Watumotobe untuk mengurus keperluan pribadi sekaligus menjenguk keluarganya di Kecamatan Kapontori. Setelah urusannya selesai, ia menunggu keluarganya yang akan mengantarkan sepeda motor untuk menjemputnya pulang ke Dusun Pobaa, Desa Lambusango,” ujar AKP Anwar.

Sekitar pukul 10.00 WITA, karena cuaca yang sangat panas, Maman memutuskan untuk berteduh di sekitar bangunan bekas Kantor UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Kapontori yang terletak di Kelurahan Watumotobe.

“Ketika sedang beristirahat, saksi tiba-tiba mendengar suara tangisan bayi dari dalam bangunan tersebut. Karena penasaran, ia mendekati sumber suara untuk memastikan. Setelah dipastikan suara itu berasal dari seorang bayi, saksi segera melapor ke Polsek Kapontori,” jelasnya.

Menerima laporan warga sekitar pukul 10.30 WITA, tiga petugas Polsek Kapontori yakni Kanit Intel Aiptu George A. Riberu, Kanit Binmas Aiptu Alimin, dan Kepala SPKT Aiptu Hari Setiyawan  langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

“Petugas kemudian mengevakuasi bayi tersebut dan membawanya ke Puskesmas Kapontori guna mendapatkan penanganan medis,” tambah AKP Anwar.

Hingga saat ini, bayi perempuan itu masih menjalani perawatan di Puskesmas Kapontori. Sementara itu, Polres Buton terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua serta pihak yang diduga meninggalkan bayi tersebut.

“Untuk sementara, bayi dirawat oleh tenaga medis di Puskesmas Kapontori. Proses penyelidikan masih berlangsung guna mengetahui siapa orang tua dan pihak yang bertanggung jawab atas bayi ini,” pungkas AKP Anwar.(**)

Comment