MUBAR, EDISIINDONESIA.id– Bupati Muna Barat, Laode Darwin, melakukan peninjauan langsung ke dapur Sistem Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) di Kecamatan Tiworo Tengah pada Selasa (7/4/2026). Kunjungan ini dilakukan menyusul adanya aspirasi dan laporan dari mahasiswa mengenai kondisi dapur tersebut.
Dalam peninjauannya, Bupati memastikan bahwa berbagai aspek penting di dapur SPPG telah memenuhi petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan wadah makanan (ompreng) yang telah diuji coba, termasuk untuk penyimpanan buah, dan terbukti dapat tertutup dengan baik.
“Terkait bahan baku, memang harus dalam kondisi segar. Jadi distribusinya dilakukan pada sore hari sesuai instruksi BGN,” ujar Bupati Laode Darwin saat diwawancarai awak media.
Dari sisi kebersihan dan fasilitas, dapur SPPG dinilai sudah memadai. Penerangan dinilai maksimal, kebersihan terjaga, serta kualitas air bersih telah diperiksa oleh pihak provinsi dan dinyatakan aman untuk digunakan.
Untuk memaksimalkan pengolahan limbah, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sedang dalam proses pengiriman. Diperkirakan, IPAL tersebut akan tiba dan siap digunakan dalam satu hingga dua pekan ke depan.
“Jadi ini untuk menjawab spekulasi yang berkembang bahwa dapur di Tiworo Tengah tidak sesuai standar. Sebenarnya sudah memenuhi,” jelas Bupati, seraya menambahkan bahwa dapur tidak bisa dinilai hanya dari tampilan luar. “Kalau dilihat dari luar mungkin orang beranggapan belum standar, tapi sebenarnya di dalamnya sudah sesuai.”
Untuk sementara, pengelolaan limbah dilakukan dengan penyedotan menggunakan mesin Alkon. Bupati juga memastikan bahwa fasilitas tambahan seperti AC dan sistem pembuangan asap (exhaust) sudah tersedia, sehingga proses memasak dapat berjalan nyaman dan asap langsung terbuang keluar ruangan.
Ke depannya, fasilitas dapur akan terus disempurnakan, termasuk penambahan loker sesuai standar BGN. “Insyaallah saat pemeriksaan dari BGN pusat nanti, semua bisa dipertanggungjawabkan,” tutupnya.(**)
Comment