Lepas dari Jerat Kemiskinan, Dinsos Sultra Ajak Warga Keluar dari Penerimaan Bansos

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meluncurkan kampanye inovatif bertajuk “Graduasi Mandiri” yang mengajak masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) untuk secara sukarela melepaskan diri dari program tersebut apabila kondisi ekonomi keluarga mereka sudah membaik.

Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama dalam memastikan bantuan tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Engki Agus Saputra, Penyuluh Sosial Ahli Pertama Dinsos Sultra, menjelaskan bahwa “graduasi mandiri” adalah sebuah proses sukarela di mana penerima bansos memutuskan untuk tidak lagi menerima bantuan karena kondisi ekonomi keluarga yang telah stabil dan mandiri.

“Bantuan sosial sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ketika kondisi ekonomi sudah membaik, maka sudah saatnya memberikan kesempatan kepada yang lebih berhak,” ujarnya, mengutip dari akun Instagram dinsos_sultra pada Minggu (5/4/2026).

Lebih dari sekadar berhenti menerima bantuan, “graduasi mandiri” mencerminkan nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, penyaluran bansos dapat lebih efektif menjangkau keluarga-keluarga yang masih berjuang.
Materi sosialisasi yang disebarkan Dinsos Sultra menguraikan beberapa alasan pentingnya “graduasi mandiri”:

Memberikan peluang kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan.

Menunjukkan kejujuran sosial dan integritas diri.

Mendukung ketepatan sasaran program bantuan sosial.

Mendorong kemandirian dan pemberdayaan keluarga penerima.

Dinsos Sultra juga memberikan beberapa indikator bagi keluarga yang layak mempertimbangkan untuk “graduasi mandiri”:
Memiliki rumah permanen yang lengkap fasilitasnya.

Memiliki aset produktif seperti lahan pertanian atau perkebunan.

Kepemilikan kendaraan pribadi yang bernilai ekonomis, seperti sepeda motor baru atau mobil.
Anggota keluarga berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), atau perangkat desa.

Memiliki penghasilan tetap atau omzet usaha yang stabil di atas upah minimum regional.
Melalui kampanye ini, Dinsos Sultra berharap kesadaran masyarakat akan meningkat untuk secara mandiri keluar dari ketergantungan pada bantuan sosial. Inisiatif ini dinilai krusial untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan dan memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.

“Dengan ‘graduasi mandiri’, kita tidak hanya membantu diri sendiri menjadi lebih mandiri, tetapi juga turut berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang lebih adil,” tutup Engki.

Dinsos Sultra mengimbau seluruh masyarakat untuk secara bijak mengevaluasi kondisi ekonomi keluarga masing-masing dan berani mengambil langkah menuju kemandirian demi kesejahteraan bersama yang lebih baik.(edisi/fajar)

Comment