Konawe Bersahaja 2027: Bupati Yusran Akbar Pacu Daya Saing Daerah Lewat Kolaborasi dan Optimalisasi Potensi Lokal

KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Bupati Konawe, Yusran Akbar, kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi pembangunan daerah “Konawe Bersahaja” pada tahun 2027. Penegasan ini disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Agra Wisata Pondidaha, Kamis (2/4/2026).

Dalam forum strategis tersebut, Bupati Yusran menekankan tiga pilar utama untuk memperkuat daya saing daerah: optimalisasi potensi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan tata kelola pemerintahan yang baik. Ia meyakini ketiga aspek ini adalah kunci utama pembangunan Konawe yang berkelanjutan dan berdaya saing.

“Keberhasilan misi Konawe Bersahaja tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi yang solid antar seluruh elemen, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat,” ujar Bupati Yusran.

Ia menambahkan, kolaborasi yang kuat akan memastikan belanja daerah tepat sasaran dan terarah, sehingga mampu meraih berbagai prestasi, termasuk pengendalian inflasi terbaik secara nasional dan pengelolaan keuangan daerah yang unggul.

Musrenbang RKPD 2027 dinilai sebagai forum krusial untuk menyatukan persepsi dan arah kebijakan pembangunan daerah, serta memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tengah tantangan global.

Konawe sebagai Penopang Ekonomi Sultra

Bupati Yusran menyoroti posisi strategis Kabupaten Konawe sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor industri pengolahan mineral dan pangan. Konawe memegang peranan penting sebagai salah satu penopang utama perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Apabila Konawe tidak berkontribusi terhadap ketahanan pangan, maka potensi kelangkaan akan terjadi di berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara. Konawe merupakan salah satu produsen terbesar, terutama untuk komoditas beras dan hortikultura,” ungkapnya. Peningkatan produksi beras yang melampaui capaian tahun 2024 menjadi bukti nyata kontribusi Konawe, yang tidak hanya membuka lapangan kerja tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan ASN

Selain fokus pada pembangunan ekonomi, Bupati Yusran juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas kinerja aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam sektor pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan. “Jangan hanya hadir untuk mengisi presensi, tetapi mengabaikan kualitas kerja. Pelayanan publik harus menjadi prioritas karena akan sangat memengaruhi kinerja pemerintah secara keseluruhan,” tegasnya.

Daya saing daerah, menurut Bupati, tidak hanya

diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, menjaga stabilitas pangan, serta memperbaiki kualitas pelayanan publik di tengah dinamika global.

Isu Strategis Pembangunan 2027

Dalam perencanaan pembangunan tahun 2027, beberapa isu strategis menjadi perhatian serius:
Kerentanan terhadap Gejolak Global: Potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga: Menjaga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok.

Kesenjangan Pembangunan: Memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama petani, pelaku UMKM, masyarakat desa, dan kelompok rentan.

Tata Kelola Pemerintahan: Peningkatan kapasitas seiring dengan capaian prestasi daerah, seperti posisi kedua terbaik dalam pertumbuhan ekonomi regional Sulawesi pada tahun 2025.

Keberlanjutan Lingkungan dan Ketahanan Wilayah: Pembangunan yang selaras dengan kelestarian alam dan mitigasi risiko bencana untuk menarik investasi.

“Kita ingin pembangunan yang maju, tetapi lingkungan tetap terjaga. Ini menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat,” tambah Bupati Yusran.

Arah pembangunan Kabupaten Konawe tahun 2027 akan difokuskan pada pembentukan ekosistem pertumbuhan yang terintegrasi, dibangun melalui enam pilar utama yang saling menopang, dengan fondasi yang kuat, peran fasilitator, serta mesin penggerak pembangunan daerah.(**)

Comment