Ekonom: Ketahanan BBM Nasional Perlu Diperkuat dari Hulu ke Hilir

EDISIINDONESIA.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik Iran kian memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia.

Dalam kondisi ini, ketahanan bahan bakar minyak (BBM) nasional dinilai perlu diperkuat secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov, mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menjaga ketahanan energi, terutama dari sisi cadangan BBM yang belum memenuhi standar internasional.

Harga Minyak Naik, Risiko Lonjakan BBM Subsidi Meningkat

Menurutnya, stok operasional BBM nasional saat ini masih berada di kisaran 20 hingga 25 hari. Angka tersebut jauh di bawah standar global yang direkomendasikan, yakni minimal 90 hari cadangan energi.

“Dan memang pemerintah sudah menyampaikan adanya target untuk memperbesar cadangan BBM nasional menjadi 90 hari,” ujar Abra dalam program Investor Market Today, Selasa (24/3/2026).

Ia menjelaskan, upaya peningkatan cadangan energi tersebut membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun serta investasi yang besar, sehingga diperlukan langkah strategis jangka pendek.

Dalam jangka pendek, Abra menilai pengendalian konsumsi BBM di sektor hilir menjadi langkah paling realistis. Hal ini penting untuk mencegah lonjakan permintaan, termasuk potensi panic buying serta peralihan konsumsi dari BBM non-subsidi ke subsidi.

Di sisi lain, dari sektor hulu, pemerintah bersama Pertamina dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) didorong untuk meningkatkan produksi minyak dan gas nasional.

Saat ini, lifting minyak Indonesia masih berada di kisaran 600.000 barel per hari, sehingga perlu ditingkatkan secara bertahap untuk memperkuat pasokan dalam negeri.

Selain itu, percepatan pengadaan minyak mentah dan BBM juga dinilai krusial di tengah meningkatnya persaingan global dalam mendapatkan pasokan energi.

Kondisi ini tidak lepas dari dampak konflik yang mendorong kenaikan harga minyak dunia sekaligus memperketat distribusi energi global.

“Negara-negara lain juga berpacu dengan waktu untuk mengamankan pasokan energi mereka. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia,” pungkasnya.

Dengan berbagai tekanan tersebut, penguatan sektor energi dari hulu hingga hilir menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global. (edisi/bs)

Comment