MUNA, EDISIINDONESIA.id — Wilayah Towea, Kabupaten Muna, diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu (18/3/2026). Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 3,1.
Episenter gempa berada pada koordinat 4,47 Lintang Selatan dan 122,69 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat sekitar 36 kilometer utara wilayah Muna dengan kedalaman 10 kilometer.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong gempa dangkal.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan di wilayah Towea dengan intensitas II hingga III MMI.
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, terutama di dalam rumah, dengan sensasi seperti adanya kendaraan berat yang melintas. Selain itu, benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. BMKG juga melaporkan bahwa belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock).
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Informasi resmi terkait gempa bumi dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG, seperti media sosial @infoBMKG, situs web resmi, serta aplikasi mobile yang telah terverifikasi.(**)
Comment