EDISIINDONESIA.id – Thrifting baju Lebaran menjadi solusi bagi siapa saja ingin tampil unik, stylish, dan anti-mainstream tanpa mengeluarkan biaya lebih.
Thrifting yang tepat dilakukan dengan memperhatikan kualitas bahan, jahitan serta memilih bahan yang timeless agar pakaian tetap awet dan cocok digunakan untuk momentum hari Raya.
Dilansir dari COSH, Kamis (12/3), tren membeli pakaian bekas kini semakin populer karena memungkinkan seseorang menemukan item fashion klasik yang berbeda sekaligus lebih ramah lingkungan.
Fokus pada kualitas bahan, tidak hanya dilihat dari model
Saat berburu baju vintage untuk Lebaran hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kualitas bahan. Banyak pakaian lama yang menggunakan jahitan lebih kuat dibanding produk fast modem fashion.
Memilih kain yang tebal, rapi dan tidak mudah rusak menjadi langkah penting agar pakaian tetap nyaman dipakai dalam jangka panjang. Periksa tekstur kain dengan menyentuh langsung materialnya. Kain berkualitas biasanya padat dan tidak mudah berbulu. Hal ini guna membantu memastikan pakaian masih layak digunakan dan tahan lama.
“Pakaian berkualitas memiliki tenunan rapat dan bahan alami seperti katun atau linen yang awet serta nyaman digunakan,” ujar Ahli tekstil Ajoy K.Sarkad, Selasa (18/2).
Pilih item timeless agar tidak terlihat ketinggalan zaman
Kunci sukses thrifting adalah memilih desain yang klasik atau timeless. Model seperti tunik polos, blazer vintage, atau dress lebih mudah dipadukan dengan fashion modern sehingga tetap cocok dipakai saat Lebaran. Thrifting mendorong individu mengekspresikan gaya personal dan menghindari siklus tren cepat dan mudah berganti seperti dilansir dari Fibre2Fashion, Senin (4/9).
Gaya vintage justru memberi karakter unik yang berbeda dari tren massal. Memilih potongan klasik, kamu bisa tampil elegan tanpa terlihat berlebihan atau mengikuti tren di media sosial.
Periksa detail jahitan dsn kondisi pakaian secara teliti
Jika menemukan baju thrift yang menarik jangan langsung membeli tanpa mengecek kondisinya terlebih dahulu. Perhatikan bagian kerah, kancing, resleting, hingga lipatan jahitan karena area itu yang paling sering mengalami kerusakan.
Para pakar fashion menekankan pentingnya membeli pakaian berkualitas tinggi agar tidak perlu sering mengganti pakaian baru. Data yang dilansir oleh The Guardian, Sabtu (16/8). Wajar jika pakaian vintage memiliki tanda pemakaian ringan, hindari kerusakan besar seperti sobek atau noda permanen. Detail kecil pun menjadi penentu apakah pakaian tersebut layak dipakai untuk acara hari Raya.
Thrifting sebagai cara untuk tampil unik dan ramah lingkungan
Baju vintage memberikan tampilan yang berbeda setiap item yang dimiliki. Menemukan outfit yang sama sangat kecil sehingga tampilan. Lebaran lebih personal. Thrifting menjadi bagian dari gerakan sustainable fashion yang semakin populer secara global.
Membeli pakaian thrifting (bekas) membantu memperpanjang usia pakaian serta mengurangi produksi tekstil baru. Pasar pakaian bekas berkembang pesat karena menjadi alternatif ramah lingkungan dan lebih terjangkau dibanding fast fashion seperti dilansir dari Earth.org, Senin (27/11).
Belanja secara bijak dan hindari impuls buying
Meskipun harga thrifting lebih mudah, penting untuk melakukan perencanaan sebelum belanja. Tentukan barang yang ingin dibeli agar tidak membeli terlalu banyak pakaian yang akhirnya jarang dipakai.
Budaya haul shopping di media sosial menjadi pendorong konsumsi yang berlebihan. Faktanya, konsep thrifting adalah membeli lebih sedikit tetap memperhatikan kualitas agar pakaian dapat digunakan lebih lama.
Gaya hidup ramah lingkungan dimulai dari meninggalkan kebiasaan membeli secara impulsif dan memilih pakaian dengan kesadaran penuh seperti dilansir dari Associated Press, Senin (30/9). (edisi/jp)
Comment