EDISIINDONESIA.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan tiga mesin utama yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Ketiga pilar tersebut meliputi hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan kuliah umum dalam agenda Reuni Alumni Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Angkatan 1981 yang digelar di Auditorium Fakultas Teknik UGM, Jumat (6/2/2026).
“Ketiga mesin ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” tegasnya.
Dalam kuliah umum bertajuk “Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Maju: Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Masa Depan Bangsa”, Airlangga menekankan pentingnya hilirisasi industri sebagai upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.
Menurutnya, keberhasilan program hilirisasi harus dibarengi dengan penguatan sektor pendidikan dan kesehatan yang menjadi fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai pembiayaan pendidikan dan pelayanan kesehatan dalam negeri merupakan kebutuhan mendesak guna memperkuat daya saing nasional.
Selain hilirisasi, Airlangga juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional. Ia menegaskan Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, terutama di tengah potensi krisis global.
“Ketika terjadi krisis, kita harus memiliki stok pangan sendiri. Itu sebabnya fokus pada food estate dan sektor pertanian menjadi sangat penting,” jelasnya.
Airlangga menyoroti tantangan masa depan Indonesia pada sektor energi dan teknologi yang akan sangat bergantung pada peran generasi muda, khususnya mereka yang memiliki latar belakang sains dan teknologi.
Oleh karena itu, penguatan kualitas SDM dinilai sebagai kunci pembangunan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan. “Yang berkelanjutan itu bukan hanya berbasis sumber daya alam, tetapi berbasis sumber daya manusia,” tutup Airlangga. (edisi/bs)
Comment