Penyebab Orang Sering Overthingking dan Cara Mengatasinya

EDISIINDONESIA.id – Pernah merasa baik-baik saja sepanjang hari, lalu tiba-tiba pikiran jadi ramai saat suasana mulail sepi? Tenang, kamu tidak sendiri. Banyak anak muda mengalami overthinking, terutama saat sedang sendirian.

Kenapa Overthinking Datang Saat Sendirian? Semua hal dipikirkan dari yang sudah lewat sampai yang belum tentu terjadi. Kondisi ini disebut overthinking, dan ternyata, banyak orang mengalaminya saat mereka sedang sendiri.

Berikut beberapa alasan mengapa overthinking datang saat sendirian.

1. Kesepian
Sendirian dalam waktu yang lama bisa menimbulkan rasa sepi. Saat merasa sepi, kita cenderung jadi lebih sensitif, dan pikiran lebih mudah berpikir ke arah yang negatif.

2. Terlalu Banyak Waktu Luang
Tanpa aktivitas yang jelas, otak jadi sibuk sendiri. Bukannya istirahat, waktu luang justru digunakan untuk memikirkan hal-hal yang bikin stres. Akhirnya, kamu terjebak dalam pikiran yang berulang dan melelahkan.

3. Suka Menyalahkan Diri Sendiri
Banyak orang memiliki kecenderungan mengkritik diri sendiri secara berlebihan. Ketika tidak ada yang bisa diajak bicara, pikiran negatif akan lebih mudah mendominasi.

4. Belum Move On dari Masa Lalu
Kenangan buruk atau penyesalan sering muncul ketika suasana sedang hening. Ini bisa memicu flashback dan overthinking tentang hal-hal yang sebenarnya sudah lewat.

5. Cemas dengan Hal yang Belum Terjadi
Masa depan yang belum pasti bisa memunculkan rasa cemas. Saat sendiri, kecemasan ini muncul sehingga kita jadi sibuk membayangkan skenario terburuk.

Apa Solusinya?

Menghindari overthinking saat sendiri bukan berarti kamu harus selalu dikelilingi orang-orang. Tapi penting untuk mengisi waktu dengan hal-hal produktif dan menjaga koneksi sosial. Kadang, cukup dengan menulis diary atau sekadar ngobrol sama teman, pikiran pun bisa lebih tenang.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Biar gak makin tenggelam dalam pikiran sendiri, berikut beberapa cara efektif yang dilansir dari Halodoc untuk mengurangi overthinking.

Kenali Pola Pikir Negatif

Langkah awal untuk keluar dari overthinking adalah sadar bahwa kamu sedang mengalaminya. Coba kenali kapan kamu mulai overthinking dan apa saja yang memicunya. Dengan begitu, kamu bisa lebih siap mengendalikan pikiran.

Alihkan Fokus ke Hal yang Bisa Dikendalikan

Daripada terus-menerus memikirkan hal yang belum tentu terjadi, coba alihkan perhatian ke sesuatu yang nyata. Ini bisa membantu menenangkan pikiran.

Lakukan Aktivitas Fisik

Olahraga ringan seperti jalan kaki, stretching, atau bersepeda bisa membantu otak memproduksi hormon bahagia. Tubuh jadi lebih rileks, dan pikiran pun ikut tenang.

Curhat ke Orang Terdekat

Kadang yang kamu butuhkan cuma didengar. Cerita ke orang yang kamu percaya bisa meringankan beban pikiran dan memberi sudut pandang baru yang lebih positif.

Minta Bantuan Profesional

Kalau overthinking sudah terlalu mengganggu, gak ada salahnya cari bantuan dari psikolog atau konselor. Overthinking saat sendirian bukan pertanda lemah.

Itu pertanda kamu peduli, ingin segalanya baik-baik saja. Tapi jangan lupa, tidak semua hal perlu dipikirkan sampai lelah. Kadang, cukup diam sejenak, tarik napas, dan biarkan pikiran istirahat. Tapi jangan lupa, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Sendiri itu wajar. Tapi kamu tetap punya hak untuk merasa tenang—bahkan saat tidak ada siapa-siapa di sekitarmu. Kuncinya adalah mengenali, menerima, dan perlahan-lahan mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih membangun. Yuk, sayangi diri sendiri dengan menjaga kesehatan mental! (*)

Comment