EDISIINDONESIA.id- Pernyataan penyidik KPK, Asep Guntur Rahayu, tentang aliran uang haram ke Komisi XI DPR, membuka babak baru dalam investigasi dugaan korupsi dana hibah program sosial Bank Indonesia (PSBI) atau CSR BI.
Dugaan penyelewengan dana yang mencapai triliunan rupiah ini mencuat setelah KPK memeriksa anggota Komisi XI DPR, Satori.
Pengamat politik, Karyono Wibowo, mendesak KPK untuk mengusut tuntas kasus ini. “KPK harus mengusut kasus-kasus korupsi besar, termasuk temuan ini. Keterangan Satori perlu dikembangkan untuk menyelidiki dugaan aliran dana CSR dari Bank Indonesia dan OJK ke Komisi XI,” tegas Karyono pada Senin (27/1/2025).
Karyono menekankan perlunya penyelesaian menyeluruh dan transparan atas kasus korupsi ini. Meskipun mengakui kesulitan dalam mengungkap kasus yang diduga melibatkan money laundering, ia yakin penyelidikan mendalam KPK dapat meyakinkan publik.
“Penyelidikan harus komprehensif, holistik, dan transparan. Uang diputar-putar, sehingga sulit diungkap. Namun, KPK harus mengusut sampai tuntas dan menemukan pihak-pihak yang diduga kuat terlibat,” pungkas Karyono.
Pertanyaan besar kini tertuju pada KPK, apakah dugaan aliran dana haram ini dapat dibuktikan secara hukum? Publik menantikan hasil investigasi yang menyeluruh dan transparan.(**)
Comment