Polisi Kesulitan Mencari Pelaku Penikaman di Puuwatu

KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi menegaskan pihaknya tidak pernah melindungi pelaku penikaman yang terjadi di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, pada Minggu (18/12) lalu.

Fitrayadi menyebut, kasus penikaman yang mengorbankan Obetran masih terus berjalan, bahkan kasus tersebut sudah masuk ke tahap penyidikan.

“Tidak mungkin kami melindungi pelaku kejahatan, apa lagi nyaris membuat orang lain kehilangan nyawa. Itu tidak benar,” kata Fitrayadi, Sabtu (17/6/23).

Sejauh ini, lanjut Fitrayadi, penyidik telah memintai keterangan beberapa orang saksi diantaranya korban sendiri, kakak korban, dan rekan korban yang berboncengan saat dilokasi kejadian.

“Namun, dari keterangan saksi-saksi yang telah dimintai keterangan itu, mengaku tidak mengetahui ciri-ciri pelaku,” ujarnya.

Selain itu juga, penyidik bersama korban telah mendatangi lokasi kejadian untuk mencari bukti petunjuk dan meminta keterangan warga. Tidak ada satupun warga yang mengetahui insiden penikaman tersebut. Bahkan, tak ada CCTV yang merekam detik-detik penikaman itu berlangsung.

Kendati demikian, Fitrayadi tak menampik, kasus tersebut belum menemui titik terang. Pasalnya, belum di temukannya bukti yang mengarah ke seseorang sebagai pelaku menjadi kendala penyidik hingga kini belum dapat mengungkap perkara tersebut.

“Penyidik kami sudah ke TKP, meminta keterangan warga sekitar, tapi tidak ada satupun yang mengetahui kejadian itu,” tegasnya.

Fitrayadi menambahkan, kasus ini tidak pernah didiamkan, dan dalam waktu dekat ini penyidik akan kembali mencari informasi tambahan dari para saksi dan ia berharap ada informasi tambahan yang bisa menguatkan penyidik untuk menemukan pelaku.

Tidak hanya itu, Fitrayadi juga meminta keluarga korban agar tetap bersabar dan membatu penyidik dalam melakukan pengungkapan terhadap kasus penikaman ini.

“Kami mohon bersabar, Kami juga terus bekerja. Pihak korban juga mohon bantu kami jika ada yang mengetahui insiden penikaman ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Obetran ditikam oleh orang tak dikenal (OTK) saat melintas di Kelurahan Punggolaka Kecamatan Puuwatu Kota Kendari pada Minggu (18/12/2022) sekitar pukul 01.00 Wita, dini hari.

Kakak Obetran bernama Maryam mengatakan, dalam insiden penikaman itu, adiknya mengalami luka tusuk dan sebuah sajam jenis pisau menancap di bagian belakang korban.

“Waktu kejadian, dia sementara baku bonceng di motor dengan temannya. Saat melintas di lokasi itu, ada yang ikuti mereka di motor dua orang. Itu orang dia tidak kenal, mereka langsung tikam adeku, makanya sempat jatuh dan pelaku yang dua orang itu langsung lari,” katanya.

Usai kejadian, korban dibawa ke rumah sakit Bahteramas dan menjalani perawatan medis. Tiga hari kemudian atau Rabu (21/12), beberapa jam setelah kejadian Kakak Korban melaporkan insiden penikaman itu di Polresta Kendari. Dengan adanya laporan itu, pihak keluarga berharap agar kepolisian bisa menangkap para pelaku.(**)

Comment