BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Kabid Organisasi KONI Kabupaten Bombana, Suharno Wahid menjelaskan bahwa sampai hari ini KONI belum menetapkan SK atlet semua Cabor.
Sehingga apa yang dikemukakan Aslan sebagai pelatih Petanque di pemberitaan media beberapa waktu yang lalu, itu tidak benar.
Pasalnya, Aslan mengatakan KONI Bombana dinilai menyalahi mekanisme penetapan Atlet Petanque tanpa koordinasi FOPI (Federasi Olahraga Petanque Indonesia).
Kabid Organisasi KONI sekaligus Ketua IPSI Bombana ini menjelaskan tuduhan Aslan tidak betul dan dinilai salah alamat karena komplain itu harusnya ditujukan kepada pengurus FOPI.
“Sebab KONI tidak punya hak untuk mengintervensi atlet apalagi mengintervensi cabor dan KONI juga tidak memiliki Atlet KONI hanya menerima usulan atlet dari Cabor yang ditandatangani ketua cabor itu sendiri lalu diserahkan ke KONI untuk di asistensi bagaimana riwayat pretasinya karena target kita meraih medali, jadi tidak benar kalau KONI sudah menetapkan atlet,” kata Suharno, Minggu (23/9/2022).
Suharno mengatakan terkait dengan tuduhan Aslan bahwa KONI tidak profesional dalam menjalankan tupoksinya, tidak benar sebab KONI Kabupaten Bombana sangat paham Apa yang menjadi tupoksinya.
“Sebab KONI mempunyai Cabor yang memiliki atlet karena merekalah yang melakukan pembinaan dan terkait pelaksanaan Porprov KONI Kabupaten Bombana tidak pernah mengintervensi berapa jumlah Atlet dan siapa-siapa atlet yang harus diutus sebab itu adalah sepenuhnya kewenangan Cabor,” ucap dia.
Dia menegaskan KONI hanya mengasistensi berapa jumlah anggaran dan berapa jumlah atlet yang akan mereka ikutkan dan itu dari hasil analisa asistensi dengan pertimbangan melihat riwayat prestasi Atlet itu sendiri.
“Jadi komplain Aslan terhadap KONI dinilai salah alamat, sebab Aslan yang kapasitasnya sebagai pelatih itu harus mempertanyakan kepada pengurus cabang FOPI Kabupaten Bombana, bukan ke KONI. Sebab, kapasitas Aslan sebagai pelatih silahkan dorong Atletnya ke cabor nanti cabor yang ajukan ke KONI. Sebab, kami hanya menerima hasil saringan pengurus cabang jadi yang diakui KONI hanyalah usulan pengurus cabang bukan usulan pelatih,” ungkapnya.
“Jadi terkait tuduhan kami tidak profesional, kami paham tupoksi dan kami tidak mengintervensi atlet tetapi kami tetap mengakomodir usulan dari Cabor, jadi penetapan atlet itu tidak benar adanya sebab penetapan anggaran saja belum di asistensi,” pungkasnya. (**)
Comment