Incar Sejarah Pertahankan Gelar, Scaloni Siapkan Dua Perubahan Hadapi Spanyol

EDISIINDONESIA.id– Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni dikabarkan masih menyusun komposisi terbaik jelang bertemu Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026) waktu setempat.

La Albiceleste kini berada di ambang sejarah. Jika berhasil menaklukkan Spanyol, Argentina akan menjadi negara pertama yang sukses mempertahankan gelar juara dunia sejak Brasil melakukannya pada edisi 1962.

Beban untuk meraih hasil bersejarah itu membuat Scaloni enggan terburu-buru menentukan susunan pemain. Berdasarkan laporan jurnalis Gaston Edul, pelatih berusia 48 tahun tersebut masih menimbang dua kemungkinan perubahan dalam susunan awal.

Persaingan pertama terjadi di sektor bek kanan, antara Nahuel Molina dan Gonzalo Montiel. Molina memang selalu menjadi starter di empat laga fase gugur, namun ia selalu ditarik keluar di setiap pertandingan tersebut. Sebaliknya, Montiel sempat menjadi andalan di dua laga fase grup, namun lebih sering turun sebagai pemain pengganti sejak memasuki babak gugur.

Terlepas dari persaingan itu, trio bek tengah Cristian Romero, Lisandro Martinez, serta bek kiri Nicolas Tagliafico dipastikan masih menjadi pilihan utama di lini belakang.
Di lini tengah, Rodrigo De Paul berpeluang kembali masuk susunan awal setelah dicadangkan saat semifinal melawan Inggris. Pada laga itu, Scaloni memilih menurunkan Giuliano Simeone sejak menit pertama, dan keputusan tersebut berbuah kemenangan dramatis 2-1 yang membawa Argentina ke final.

Meski Simeone menawarkan daya serang lebih tajam, pengalaman serta kemampuan De Paul dalam mengatur tempo permainan dinilai sangat dibutuhkan untuk menjawab tangguhnya lini tengah Spanyol yang diperkuat Rodri dan Fabian Ruiz.

Hingga saat ini, Scaloni masih merahasiakan susunan pasti timnya dan baru akan memastikannya beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.

Argentina melangkah ke final dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Inggris, namun mereka menghadapi tantangan berat dari Spanyol yang tampil sangat solid sepanjang turnamen dan baru kebobolan satu gol. Partai puncak ini diprediksi berlangsung sengit, tak hanya karena pertarungan dua tim terbaik dunia, namun juga duel taktik antara Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente.(edisi/bola)

Comment