PKM Terintegrasi KKN-Tematik UHO: Penguatan Daya Saing UMKM Melalui Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen di Desa Amoito Konsel

KONSEL, EDISIINDONESIA.id – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Terintegrasi KKN-Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan sosialisasi Penguatan Daya Saing UMKM Desa Melalui Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen di Desa Amoito, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Rabu (8/10/2025).

Ketua Tim, Prof. Dr. La Ode Anto SE.,M.Si.,Ak.,QIA.,CA mengatakan, potensi ekonomi Desa Amoito cukup besar, terutama di sektor hasil pertanian, olahan dan kerajinan, namun belum dioptimalkan dengan strategi pemasaran modern. Pelaku UMKM setempat masih menghadapi kendala seperti minimnya keterampilan digital, keterbatasan akses pasar, dan belum adanya kelembagaan usaha yang terstruktur.

Sehingga, yang menjadi target umum dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi UMKM Desa Amoito melalui pemanfaatan teknologi digital, perbaikan kualitas produk, dan penguatan kapasitas manajemen usaha, sehingga mampu memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, yang menjadi target khusus dari kegiatan ini yaitu: Pertama, peningkatan akses pasar (minimal 80% UMKM peserta kegiatan memiliki akun aktif di marketplace). Kedua, peningkatan kualitas produk (minimal 10 desain kemasan dan label baru yang sesuai standar pasar, serta tersedianya profil dan katalog digital UMKM untuk promosi).

Ketiga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (minimal 70% peserta pelatihan mampu mengoperasikan marketplace dan media sosial secara mandiri). Dan keempat, penguatan manajemen usaha (minimal 60% UMKM menggunakan pencatatan keuangan digital sederhana (BukuWarung, Google Sheets, atau sejenisnya, dan minimal 5 UMKM mampu menyusun rencana pengembangan usaha berbasis data penjualan).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHO ini menjelaskan, relevansi program ini semakin kuat sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) menargetkan 30 juta UMKM masuk ke ekosistem digital pada tahun 2030. Selain itu, agenda Making Indonesia 4.0 dan transformasi digital dalam RPJMN menempatkan digitalisasi UMKM sebagai salah satu prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

“Desa-desa yang mampu mengintegrasikan digitalisasi dalam pengembangan UMKM diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan memperkuat kemandirian ekonomi lokal,” jelas Prof. Anto, Selasa (14/10/2025).

Prof. Anto menyampaikan, keberlanjutan program ini dirancang dengan mengedepankan penguatan kelembagaan lokal, kemitraan strategis, dan kemandirian operasional. Kelompok Usaha Digital Desa Amoito akan menjadi wadah bagi UMKM untuk berbagi pengetahuan, mengelola aset digital bersama, dan membangun mekanisme kerja yang terstruktur, serta pendampingan kader desa sebagai mentor digital untuk menjamin regenerasi pengetahuan dan keterampilan bagi pelaku usaha baru.

Kemudian untuk strategi kemitraan, dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa, perguruan tinggi, dan platform digital. Sinergi ini diharapkan memfasilitasi perizinan, promosi, dan peluang pemasaran yang lebih luas.

“Pada saat yang sama, UMKM desa dilatih untuk mandiri secara operasional untuk memastikan program berjalan efektif, sistem monitoring dan evaluasi diterapkan secara berkala dengan mengukur pencapaian penjualan, tingkat partisipasi anggota, serta perkembangan pasar,” tutup Prof. Anto.

Untuk diketahui, Program PKM Terintegrasi KKN-Tematik UHO ini dilaksanakan oleh Prof. Dr. La Ode Anto SE.,M.Si.,Ak.,QIA.,CA sebagai ketua tim, dan anggota terdiri dari Dr. La Ode Suriadi, SE,. M.Si, Dr. Erwin Hasisantoso, SE,. M.Si, Ak, CA,. ACPA, Dr. Nursaban Romy Suleman, SE., M.Si, Riszky Amalia Masi, SE,. M.Si, dan Rurul Ittaqullah, S.Pd,. MM.(*)

Comment