MUNA, EDISIINDONESIA.id – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah di wilayah Kabupaten Muna beberapa waktu belakangan ini cukup mahal, baik di pangkalan maupun tingkat pengecer.
Per jeriken isi 5 liter dijual dengan harga Rp 45 ribu bahkan sampai Rp 70 ribu. Kondisi tersebut tentu membuat resah masyarakat, apalagi untuk mendapatkan minyak tanah dipangkalan sangat susah, belum juga padatnya antrian.
Atas kondisi itu, Pemda Muna melakukan sidak disejumlah pangkalan minyak tanah di Kota Raha, pada Jumat (1/3/2024).
Kabag Ekonomi Pemda Muna, La Ode Sairuddin mengatakan pihaknya melakukan sidak di sejumlah pangkalan untuk mengecek harga dan distribusinya ke masyarakat.
“Masyarakat mengeluh tingginya harga minyak tanah yang berkisar Rp 45 ribu bahkan ada yang Rp 70 ribu perjeriken isi 5 liter. Parahnya juga stok dipangkalan cepat habis tapi di kios-kios banyak minyak tanah dengan harga mahal. Bahkan ada pula dijual secara online,” cetusnya.
Kabid Perdagangan Dinas Perdagin Muna, Umin yang ikut turun dalam sidak tersebut mengungkapkan, ada laporan masyarakat kalau harga minyak tanah dijual dengan harga sangat mahal dan stok selalu habis dipangkalan.
“Kita turun mengecek kesejumlah pangkalan minyak tanah di Kota Raha, termasuk agennya. Ternyata harga minyak tanah perliter itu Rp 4.300. Kemudian stok selalu cukup tersedia di agen,” ujarnya.
Selain itu, salah seorang pemilik pangkalan yang beralamat di jalan Abdul Kudus, mengaku menjual minyak tanah kepada masyarakat satu jeriken 5 liter Rp 37 ribu.
“Di pangkalan ini minyak tanah satu jeriken 5 liter itu berkisar Rp 37 ribu. Kita tidak tahu kalau ada yang jual diluar dengan harga mahal,” katanya.
Sementara itu, salah satu agen minyak tanah UD Jumriah menyampaikan bahwa harga minyak tanah cuman Rp 4.300 perliter.
“Kalau kita dari agen menyuplai kepangkalan di Muna ini harganya cuman Rp 4.300 perliter. Kami tidak tahu kalau dipangkalan itu harganya jadi diatas HET,” akunya.
“Tidak ada laporan masyarakat ke kami selaku agen. Kalau ada laporan dari masyarakat tentu akan kami beri sanksi pemilik pangkalan. Bisa kita tutup pangkalannya,” katanya.
Jumriah juga memastikan bahwa pasokan minyak tanah di Kota Raha lancar setiap bulan.
Untuk diketahui, dalam sidak Pemda Muna tersebut juga turut serta Kadis Ketapang Ir. Mowik, Kadis Kominfo Muh. Haidar dan Sat Pol PP. (**)
Comment