Wacana Subsidi Wings Air Kuras Uang Rakyat Wakatobi?

WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id – Pasca resmi berhentinya penerbangan pesawat Wings Air dari dan ke Wakatobi – Kendari, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi berencana akan memberikan subsidi.

Hal ini dilakukan guna menghadirkan Wings Air kembali mengudara ke Bandara Matahora Wakatobi.

Bupati Wakatobi Haliana, Senin (11/7/2022) mengaku telah melakukan koordinasi ke presiden Lion Air di Kantor Lion Air pusat, Jakarta pada 6 Juli lalu dan pihak Kementerian Perhubungan pada 8 Juli lalu.

Menurut penjelasan pihak Lion Air, yang menjadi alasan dasar berhentinya beroperasi Wings di Wakatobi disebabkan terjadi kenaikan harga avtur hingga dua kali lipat serta terjadi penurunan jumlah penumpang pada salah satu rute pesawat Wings.

“Kita juga sampaikan bahwa tidak ada jalan, kita harus bantu pihak Lion Air dalam rangka subsidi, yang akan kita beli, yang akan kita bantu supaya bisa memastikan keterisian pesawat itu sehingga bisa terbang kembali,” lanjutnya.

Terkait hal itu, Haliana langsung mengiyakan subsidi yang rencananya akan dibebankan ke Alokasi Pendapatan dan Belanja Daerah Perubaha (APBD-P) tahun 2022.

Dengan demikian, ia meminta DPRD Wakatobi untuk bisa memfasilitasi rencana eksekusi anggaran subsidi dalam pembahasan APBD-P nanti.

“Oleh karena itu saya bermohon kepada DPRD untuk bisa memfasilitasi ini supaya lebih cepat agar proses-proses di APBD-Perubahan ini bisa berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar, semua sekali lagi demi kemaslahatan masyarakat Wakatobi dan penyelesaian seluruh permasalahan-permasalahan di daerah,” jelasnya.

Dia berharap agar subsidi mendapatkan persetujuan DPRD. pasalnya terkait usulan subsidi bukan hanya kewenangan pemerintah daerah.

“Oleh karena itu saya menitip pesan kepada DPRD, mari kita bersama-sama, melalui perubahan ini, hikmah untuk Idul Adha, mari kita potong egoisme kita, mari kita potong kepentingan pribadi kita, mari kita sama-sama, semua yang kita lakukan terutama untuk subsidi ini adalah untuk kepentingan masyarakat dan daerah kedepan,” cetusnya.

Namun demikian, Haliana tidak menyebut pasti berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk subsidi dimaksud.(**)

Comment