Tampil Memukau di Sirkuit Mandalika, Veda Ega Pratama Berhasil Finis Ketujuh

EDISIINDONESIA.id – Persaingan sengit menyelimuti balapan Moto3. Pembalap muda Indonesia yang membela Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, sukses menyajikan aksi impresif dan perjuangan pantang menyerah hingga akhirnya menyenggol garis finis di posisi keenam.

Mengawali balapan dari grid ketujuh, Veda langsung tampil menggebrak sejak lampu start padam. Hanya dalam hitungan detik, ia berhasil merangsek naik ke posisi keenam, sebelum akhirnya kembali mengamankan posisi kelima di lap pertama. Sementara itu, persaingan barisan depan di lap pembuka langsung dikuasai oleh David Almansa, Maximo Quiles, dan Adrian Fernandez.

Sensasi Veda berlanjut pada lap kedua. Bermanuver dengan sangat agresif, pembalap asal Gunungkidul ini sukses menembus posisi kedua di belakang pimpinan balapan. Namun, ketatnya persaingan slipstream di trek lurus membuat Adrian Fernandez dan Alvaro Carpe kembali mengambil alih posisi, memaksa Veda melorot ke urutan keempat.

Tensi balapan kian memanas pada lap ketiga ketika tiga pembalap, Casey O’Gorman, Leo Rammerstorfer, dan Ryota Ogiwara, terjatuh secara beruntun akibat senggolan di rombongan tengah. Memasuki lap kelima, Maximo Quiles mulai mengambil alih pimpinan balapan. Di saat yang sama, Veda yang berada di rombongan depan sempat terlempar ke posisi kelima setelah dilewati Almansa, lalu kembali turun ke posisi keenam pada lap keenam usai disalip Guido Pini.

Pertarungan jarak dekat antarpembalap tak terelakkan. Pada lap ketujuh dan kedelapan, Veda terlibat duel sengit dengan Guido Pini dan berulang kali bertukar posisi antara urutan kelima dan keenam. Memasuki lap kesepuluh, Quiles tampil makin dominan di barisan terdepan, sementara ritme Veda sempat mengendur hingga posisinya merosot ke urutan kedelapan pada lap ke-11.

Namun, dinamika balapan berubah cepat akibat rentetan insiden di barisan depan. Masih pada lap ke-11, Alvaro Carpe terjatuh saat bersaing di grup terdepan, memberikan keuntungan bagi Veda untuk naik ke posisi ketujuh. Memasuki lap ke-12 dan 13, Veda kembali merangkak naik ke posisi kelima setelah memanfaatkan momen pembalap terdepan yang melebar serta jatuhnya Adrian Cruces. Meski sempat disalip Rico Salmela, Veda terus bertahan kokoh di grup papan atas.

Memasuki lap ke-15, Quiles makin tak terkejar di posisi terdepan dengan keunggulan nyaris dua detik dari Almansa. Di belakang mereka, persaingan sengit terjadi antara Brian Uriarte, Matteo Bertelle, Rico Salmela, Guido Pini, serta Veda yang terus mengintai di posisi ketujuh.

Veda tak tinggal diam. Pada lap ke-16, ia melancarkan serangan ganda dengan melewati Guido Pini dan Rico Salmela sekaligus untuk merebut kembali posisi kelima. Kendati demikian, persaingan ketat di trek lurus membuatnya kembali terdorong ke posisi kedelapan pada lap ke-18 setelah disalip oleh jajaran pembalap di belakangnya.

Memasuki lap terakhir (last lap), Veda menunjukkan mental bertarungnya. Mengawali lap penutup dari posisi ketujuh di belakang Guido Pini dan Rico Salmela, Veda melancarkan manuver krusial di tikungan jelang finis. Ia berhasil melewati pesaingnya dan mengamankan posisi keenam saat melintasi garis finis.

Maximo Quiles keluar sebagai pemenang setelah tampil dominan sepanjang balapan, disusul David Almansa di posisi kedua dan Brian Uriarte yang melengkapi podium ketiga. Sementara itu, Matteo Bertelle dan Rico Salmela finis di posisi keempat dan kelima, tepat di depan Veda Ega Pratama yang sukses menutup balapan di posisi keenam, mengungguli Guido Pini, Adrian Fernandez, dan Joel Esteban. (edisi/bs)

Comment