KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Halu Oleo (UHO), menjadi narasumber utama dalam kegiatan Brainstorming Digitalisasi Tata Kelola Organisasi yang digelar di Aula Husni Kamil, Kantor KPU Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan ini mempertemukan langsung para akademisi UHO dengan jajaran pimpinan serta staf KPU Sultra untuk membahas pemanfaatan teknologi informasi guna memperkuat tata kelola kelembagaan, pelayanan informasi, hingga arah transformasi digital penyelenggaraan pemilu ke depan.
Hadir sebagai narasumber langsung: Dr. Andi Tenriawaru, S.Si., M.Si., Ferdinand Murni H., S.T., M.Sc., Ph.D., dan Ilham Juliah Effendi, S.T., M.T. Sementara Dr. Natalis Ransi, S.Si., M.Cs. dan La Surimi, S.Si., M.Cs. menyampaikan pemikiran secara daring dari Jakarta.
Dari pihak KPU Sultra, hadir tiga anggota KPU: Dr. Asril, S.Sos., M.Si., Hazamuddin, S.Sos., M.H., dan Muh. Mu’min Fahimuddin, S.P., M.Si., didampingi jajaran staf sekretariat.
E-Voting: Bukan Sekadar Ganti Sistem, Melainkan Perkuat Integritas
Salah satu topik paling menarik dalam diskusi ini adalah peluang penerapan sistem pemungutan suara elektronik (E-Voting) dalam kepemiluan nasional. Para narasumber menegaskan, digitalisasi bukan sekadar mengganti sistem konvensional menjadi digital — melainkan menata ulang agar lebih efisien, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sejak Pemilu 1955 hingga 2024, penyelenggaraan pemilu terus berkembang. Namun, proses pemungutan suara dan rekapitulasi tetap menjadi ranah yang sangat sensitif dan memerlukan kehati-hatian. Oleh karena itu, pembahasan diarahkan untuk memastikan setiap langkah digitalisasi didasari kepastian hukum, perlindungan hak pilih, keamanan data, keterbukaan audit, serta kepercayaan publik.
Pengalaman UHO: Bukti Nyata Sistem Terintegrasi
Salah satu materi yang mendapat perhatian besar adalah pengalaman penerapan E-Voting di lingkungan UHO. Dr. Natalis Ransi dan La Surimi memaparkan bagaimana sistem tersebut telah digunakan dalam Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) UHO mencakup daftar pemilih, verifikasi identitas, penyediaan surat suara digital, pemungutan suara, pencadangan data, rekapitulasi, hingga penetapan hasil dalam satu alur data yang terintegrasi.
Pengalaman ini menjadi gambaran praktis sekaligus bahan kajian: apa saja aspek teknis maupun nonteknis yang perlu diperkuat jika sistem serupa diterapkan pada skala pemilu nasional yang jauh lebih besar dan kompleks.
Langkah Awal Kerja Sama yang Berkelanjutan
Kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan penyelenggara pemilu.
Ruang diskusi yang terbuka ini memungkinkan identifikasi peluang sekaligus tantangan, sehingga penerapan teknologi dalam tata kelola kepemiluan dapat dibahas secara mendalam dari sisi akademis, teknis, maupun kelembagaan dengan tetap mengutamakan keamanan, akuntabilitas, regulasi, dan kepercayaan masyarakat.(**)
Comment