EDISIINDONESIA.id — Universitas Halu Oleo (UHO) terus melangkah memperkuat mutu pendidikan melalui pelatihan penyusunan dan standarisasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) khusus untuk Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK).
Memasuki hari kedua, Selasa (18/8/2026), kegiatan yang berlangsung di Hotel Kubah 9 Kendari ini memfokuskan pada peninjauan, pemantapan, dan penyempurnaan perangkat pembelajaran yang disusun para peserta, sepenuhnya mengacu pada prinsip Outcome-Based Education (OBE) atau pembelajaran berbasis capaian.
Sebanyak 66 dosen pengampu MKWK di lingkungan UHO turut berpartisipasi, terbagi ke dalam empat kelompok mata kuliah utama: Pendidikan Agama (meliputi Pendidikan Agama Islam, Katolik, Kristen, Buddha, dan Hindu), Pendidikan Kewarganegaraan, Kewirausahaan, serta Bahasa Indonesia.
Pada sesi kedua ini, masing-masing kelompok melanjutkan sekaligus mengkaji kesesuaian rancangan yang telah dikembangkan sebelumnya — mulai dari capaian pembelajaran, materi, metode penyampaian, aktivitas keterlibatan mahasiswa, hingga sistem penilaian yang dirancang dalam RPS.
Proses berlangsung secara dinamis melalui diskusi kelompok, presentasi hasil kerja, peninjauan bersama, hingga penyempurnaan dokumen. Setiap peserta mendapat kesempatan memaparkan rancangan RPS sekaligus menerima masukan langsung, baik menyangkut struktur maupun substansi perangkat pembelajaran.
Penyusunan RPS diarahkan agar terdapat keterkaitan yang jelas dan logis antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, materi pembelajaran, metode yang dipilih, pengalaman belajar yang dirancang, serta instrumen dan rubrik penilaian.
Para narasumber tidak sekadar memberikan materi, melainkan berperan aktif sebagai pendamping selama proses penyusunan. Melalui pemberian umpan balik, penguatan konsep, dan telaah rancangan, peserta dibantu untuk mengidentifikasi serta menyelaraskan komponen-komponen yang masih memerlukan perbaikan.
Pendekatan ini memberi ruang bagi setiap kelompok untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai karakteristik mata kuliahnya, namun tetap berada dalam kerangka standar yang telah ditetapkan.
Selain menyempurnakan RPS, peserta juga didorong mengembangkan komponen pendukung pembelajaran meliputi desain penilaian yang otentik, tugas pembelajaran, instrumen, serta rubrik penilaian. Hasil kerja kelompok kemudian ditelaah bersama guna memastikan setiap capaian pembelajaran dapat diukur secara akurat, serta adanya keselarasan antara kegiatan belajar yang dirancang dengan metode penilaian yang digunakan.
Langkah ini menjadi penting agar dokumen yang dihasilkan tidak sekadar memenuhi ketentuan administrasi, melainkan benar-benar dapat diterapkan secara nyata dalam perkuliahan MKWK.
Pada sesi penutup, seluruh peserta melakukan finalisasi hasil berupa dokumen RPS sekaligus Draf Modul Ajar MKWK. Kedua produk ini diharapkan menjadi pedoman pembelajaran yang terstruktur, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran serta kekhasan masing-masing kelompok mata kuliah. Hasil penyusunan ini nantinya akan menjadi landasan bagi pelaksanaan pembelajaran MKWK di lingkungan UHO.
Kegiatan hari kedua ditutup secara resmi oleh Ketua Panitia, Prof. Indriyani Nur, Ph.D., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, dan pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya pelatihan.
Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dokumen, tetapi juga memperkuat kapasitas dosen dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang terarah, terukur, serta berorientasi pada pencapaian kompetensi mahasiswa.(**)
Comment