Tujuh Tahun Berlayar, Rumah Tangga Donwori Kandas Gara-Gara ‘Mesin’ Istri Ogah Panas!

EDISIINDONESIA.id- Kisah cinta Donwori dan Karin yang bersemi sejak Juli 2017 harus karam di tengah jalan. Setelah tujuh tahun membina rumah tangga dan dikaruniai seorang anak, bahtera rumah tangga mereka kini oleng dan terancam tenggelam di Pengadilan Agama (PA) Surabaya.

Awalnya, Donwori dan Karin bak Romeo dan Juliet di Surabaya. Namun, badai mulai menerjang ketika Karin mulai menolak ajakan Donwori untuk “bongkar muat” di ranjang. Alasannya klasik: efek samping alat kontrasepsi yang membuat “mesin” Karin ogah panas.

“Katanya sih karena KB, jadi nggak ada hasrat lagi,” keluh Donwori saat curhat di PA Surabaya.

Tak hanya soal “bongkar muat”, masalah ekonomi juga ikut memperparah situasi. Donwori, yang berprofesi sebagai teknisi pembersih mesin kapal barang, sempat menganggur dan banting setir jadi tukang ojek online.

Untungnya, ia kembali diterima kerja dengan gaji lumayan, antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per bulan.

Namun, kepulangan Donwori dari pelayaran pada Juli 2024 justru menjadi malapetaka. Ajakan “bongkar muat” kembali ditolak mentah-mentah. Curiga ada yang tidak beres, Donwori berkonsultasi dengan teman dokter.

Hasilnya bikin Donwori naik pitam: kata dokter, alat kontrasepsi tidak mungkin menghilangkan gairah seksual secara total!

“Saya tanya teman dokter, katanya nggak ada hubungannya sama sekali!” gerutu Donwori.

Sejak saat itu, Donwori memilih kabur dari rumah dan tinggal bersama orang tuanya. Pertengahan Juli 2024, ia resmi meninggalkan Karin dan rumah mereka di Tambaksari.

Mediasi keluarga sudah dilakukan, tapi hasilnya nihil. Hubungan Donwori dan Karin semakin dingin dan tidak ada tanda-tanda akan membaik.

“Akhirnya saya yakin untuk menggugat cerai,” tegas Donwori dengan nada pasrah.

Gugatan cerai Donwori sudah didaftarkan di PA Surabaya. Semoga saja, keduanya bisa menemukan kebahagiaan masing-masing setelah “kapal” rumah tangga mereka karam.(edisi/radarsurabaya)

 

Comment