KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menegaskan sektor Industri Kecil Menengah (IKM) memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan saat membuka Temu Bisnis IKM yang diikuti sekitar 300 pelaku usaha dari berbagai kecamatan di Kota Kendari, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, IKM bukan sektor pinggiran, tetapi tulang punggung ekonomi nasional dan daerah.
“IKM menyumbang lebih dari 3,5 persen terhadap PDB nasional, 21 persen output industri, dan menyerap sekitar 65 persen tenaga kerja. Ini sektor nyata, bukan teori,” tegas Wali Kota.
Ia menegaskan Kendari menjadi kota dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Sulawesi Tenggara dan salah satu penyumbang terbesarnya berasal dari aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku IKM.
“PAD terbesar di Sultra itu Kendari, dan sumber utamanya ya dari bapak-ibu pelaku usaha seperti yang hadir hari ini. Jadi IKM ini bukan sektor kecil, tapi penopang daerah,” ujarnya.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya memperkuat ekonomi lokal karena mulai tahun depan dana transfer pusat ke daerah berkurang. Ia meminta pelaku IKM tetap produktif dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah.
“Kalau kita mau maju, jangan berharap terus dari pusat. Kita harus mandiri. Caranya? Perkuat ekonomi lokal, perkuat IKM,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kendari, Farida Agustina, mengatakan temu bisnis ini dibuat agar pelaku IKM tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga mampu menjual dan menembus pasar yang lebih luas.
“Tujuan kegiatan ini adalah sinergi. Kami hubungkan pelaku IKM dengan mitra usaha dan akses modal agar produk mereka tidak berhenti di etalase lokal saja,” pungkasnya.(**)
Comment