PPS Desa Pesue Bentuk Petugas Pantarlih Pencoklit Data Pemilih

KONKEP, EDISIINDONESIA.id – Dalam rangka menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Konawe Kepulauan (Konkep) Tahun 2024, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Pesue melantik Panitia Pemuktahiran Data Pemilih (Pantarlih) yang bertugas melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data Pemilih.

Pelantikan tersebut dilaksanakan pada 24 Juni 2024 sekitar pukul 08.00 WITA bertempat di sekretariat PPS Desa Pesue Kecamatan Wawonii Tengah Konkep.

Ketua PPS Desa Pesue Ismail menuturkan, Pantarlih yang telah dilantik akan melaksanakan tugas selama 30 hari, terhitung sejak 24 Juni sampai dengan 24 Juli 2024 dengan menyasar seluruh Warga Desa Pesue guna melakukan Coklit data Pemilih lingkup Desa Pesue.

“Alhamdulillah pelantikan yang kami laksanakan hari ini berjalan lancar. Kami berkomitmen bersama untuk menyukseskan tahapan pencoklitan dan seluruh tahapan-tahapan Pilkada yang ada,” ucap Ismail dengan penuh semangat. Senin, (24/6/2024).

“Kami membuka pendaftaran Pantarlih dari Tanggal, 13 sampai dengan Tanggal, 19 Juni dan hari ini sesuai prosedur yang ada kami laksanakan pelantikan. Setelah dinyatakan memenuhi semua persyaratan saudara Arwin kami lantik menjadi Pantarlih,” pungkasnya.

Pembentukan petugas Pantarlih sendiri berdasarkan pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 Tahun 2017. Pantarlih sendiri memiliki tugas khusus yakni melakukan Pencoklitan data Pemilih dengan cara mendatangi Pemilih secara langsung atau door to door ke rumah warga.

Coklit sebagaimana dimaksud di atas dilakukan untuk memperbaiki daftar Pemilih, dengan cara sebagai berikut:

  1. Mencatat Pemilih yang telah memenuhi syarat, tetapi belum terdaftar dalam daftar Pemilih menggunakan formulir Model A.A-KWK.
  2. Memperbaiki data Pemilih apabila terdapat kesalahan.
  3. Mencoret Pemilih yang telah meninggal.
  4. Mencoret Pemilih yang telah pindah domisili ke daerah lain.
  5. Mencoret Pemilih yang telah berubah status dari status sipil menjadi status anggota Tentara Nasional Indonesia atau Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  6. Mencoret Pemilih yang belum genap berumur 17 (tujuh belas) tahun dan belum kawin/menikah pada hari pemungutan suara.
  7. Mencoret data Pemilih yang telah dipastikan tidak ada keberadaannya.
  8. Mencoret Pemilih yang terganggu jiwa/ingatannya berdasarkan surat keterangan dokter.
  9. Mencoret Pemilih yang sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
  10. Mencatat keterangan Pemilih berkebutuhan khusus pada kolom jenis disabilitas.
  11. Mencoret Pemilih, yang berdasarkan identitas kependudukan bukan merupakan penduduk pada daerah yang menyelenggarakan Pemilihan.

Disebutkan dalam Pasal 1 PKPU Nomor 2 Tahun 2017, kegiatan Coklit dalam Pemilu dan Pemilihan dilakukan oleh PPDP atau yang disebut juga Pantarlih (menurut Pasal 1 PKPU Nomor 8 Tahun 2022).

PPDP adalah singkatan dari Petugas Pemutakhiran Data Pemilih atau Pantarlih. Pantarlih dibentuk oleh PPS untuk melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data Pemilih pada tahap Pemilu dan Pemilihan.

Pemutakhiran Data Pemilih adalah kegiatan untuk memperbaharui data Pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari Pemilu atau Pemilihan terakhir dan mempertimbangkan DP4 dengan cara melakukan verifikasi faktual data Pemilih dan selanjutnya digunakan sebagai bahan penyusunan DPS yang dilaksanakan oleh KPU dengan dibantu oleh PPK dan PPS. (**)

Comment