Pemain Sinetron Ammar Zoni Kembali Ditangkap Gara-Gara Narkoba

EDISIINDONESIA.id – Artis Ammar Zoni kembali ditangkap polisi. Untuk kedua kalinya, Ammar Zoni terjerat kasus sabu.

Ammar Zoni ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) pada Rabu (8/3/2023) malam di kediamannya di kawasan Sentul, Bogor.

“Kemarin malam, di Sentul. Kediamannya,” kata Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jaksel Kompol Achmad Ardhy saat dihubungi, Jumat (10/3/2023).

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti sabu. Polisi belum merinci kasus ini.

Polres Jaksel akan merilis kasus ini.

“Sabu, 1 gram lebih,” kata dia.

Penangkapan Sebelumnya

Sebelumnya, Ammar Zoni ditangkap personel Polres Jakarta Pusat pada Jumat, 7 Juli 2017. Saat itu, Ammar Zoni ditangkap saat berada di kompleks perumahan di kawasan Depok.

Namun, pada 2017, pesinetron tersebut ditangkap terkait kasus narkoba jenis ganja.

“Ketiga kita amankan. Kita lakukan penanganan. Di kamar ditemukan satu kemasan berisi ganja,” tutur Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto, Senin (10/7/2017).

Deklarasi Tak Pakai Narkoba

Sejumlah artis pernah melakukan deklarasi dan penandatanganan perjanjian dengan Polres Metro Jaksel. Perjanjian itu berisi komitmen untuk mencegah penyalahgunaan hingga peredaran narkoba.

Ammar Zoni merupakan salah satu artis yang ikut serta dalam deklarasi tersebut. Selain itu, artis yang menghadiri deklarasi ini ialah Ramzi, Gilang Dirga, Stefan William, Arie Kriting, Manoj Punjabi, dan beberapa pelaku hiburan lainnya.

“Beberapa hari lalu saya berdiskusi dengan Mbak Vivick Tjangkung untuk membuat acara seperti ini. Apa pun yang akan saya bicarakan, saya lebih enak bicaranya. Saya menjaga diri saya jauh dari narkoba, jadi saya tidak ada kemungkinan. Jakarta Selatan 90 persen jadi lokasi syuting. Jadi memang Polres Jakarta Selatan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar di wilayahnya,” ujar Ramzi saat ditemui di Polres Metro Jaksel, Kamis (22/2).

Penandatanganan MoU itu dilakukan Wakapolres Metro Jaksel AKBP Budi Sartono yang disaksikan beberapa produser, artis, dan manajer artis.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung berharap, setelah adanya deklarasi ini, akan banyak pelaku penyalahgunaan narkoba yang sadar dan menyerahkan diri secara langsung.

“Itu yang kami harapkan. Dengan hal ini, kami harapkan seperti itu. Itu namanya ada sanksi sosial mental itu yang kami harapkan,” tukas Vivick.

Beberapa peraturan pun diterapkan setelah deklarasi ini disepakati, yaitu beberapa artis yang diketahui terlibat narkoba harus berhenti dari dunia keartisannya. (Edisi/Detik)

Comment