Kenaikan Harga Sayur dan Ikan Pemicu Inflasi 0,56% di Konawe, TPID Siapkan Langkah Cepat

KONAWE, EDISIINDONESIA.id — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe mencatat terjadinya inflasi pada September 2026. Secara bulanan (month-to-month/m-to-m) laju inflasi tercatat 0,56 persen, sedangkan secara tahunan (year-on-year/y-on-y) 4,29 persen — angka yang sudah melampaui target inflasi nasional — serta secara tahun berjalan (year-to-date/y-to-d) sebesar 4,46 persen.

Pencatatan ini disampaikan Evi Eriany, Fungsional Statistik Ahli Madya BPS Konawe, Kamis (1/10/2026). Indeks Harga Konsumen (IHK) Konawe per September tercatat di angka 114,54.

Harga Pangan Naik Jadi Pemicu Utama

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,57 persen. Komoditas yang paling berperan meliputi kangkung, bayam, cabai rawit, ikan bandeng, kue basah, telur ayam ras, sawi hijau, sagu, ikan cakalang, hingga jeruk nipis. Kenaikan harga hasil hortikultura dan perikanan menjadi pemicu utama.

Sementara untuk inflasi tahunan, kelompok pangan tetap menjadi penyumbang utama dengan andil 2,25 persen, diikuti kelompok transportasi sebesar 0,75 persen (didorong harga bensin dan pelumas/oli mesin). Komoditas penyumbang terbesar secara tahunan meliputi kangkung, minyak goreng, sigaret kretek mesin, bayam, kue basah, cabai rawit, dan pisang.

Kemarau Jadi Penyebab, TPID Siapkan Langkah Penanganan

Merespons data tersebut, Asisten II Pemkab Konawe Abd. Samad menyatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan segera mengambil langkah nyata menekan laju inflasi. Kenaikan harga komoditas hortikultura disebut dipengaruhi musim kemarau yang menurunkan produktivitas pertanian di wilayah Sultra.

“Inflasi terjadi di sektor pertanian, khususnya hortikultura. Kami akan mengidentifikasi komoditas pemicu dan penyebabnya, lalu bergerak cepat mengoptimalkan lahan potensial dengan bantuan benih dan bibit,” ujar Samad.

Upaya penanaman akan difokuskan di wilayah strategis dengan ketersediaan lahan dan cadangan air yang memadai. Selain itu, TPID akan menggelar operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah guna menjaga stabilitas harga serta kelancaran distribusi pasokan pangan di tengah musim kemarau.

“Kami akan menjaga distribusi dan ketersediaan pasokan agar harga tidak melonjak, sehingga laju inflasi bulan depan dapat ditekan,” tegasnya.(**)

Comment