KENDARI, EDISIINDONESIA.id— Universitas Halu Oleo (UHO) memperkuat barisan calon pemimpin dan tata kelola kampus melalui keikutsertaan dua akademisi dalam program Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Tahap II Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini berlangsung 23–24 September 2026 di Kantor Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Program ini diikuti 66 peserta dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, khususnya kelas Future Leaders yang dirancang untuk mematangkan kompetensi kepemimpinan dan kemampuan strategis para calon pemimpin kampus. Dua delegasi UHO yang terpilih adalah Prof. Dr. Muhammad Arba, S.Si., M.Si. Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Farmasi, serta Prof. Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P. Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UHO.
AKPT Tahap II merupakan kelanjutan dari tahap pertama, difokuskan pada peningkatan kapasitas kepemimpinan, pemahaman tata kelola, serta kemampuan merespons perubahan dan memanfaatkan peluang inovasi di tengah transformasi pendidikan tinggi.
Pada hari pertama, peserta dibekali materi perencanaan strategis dan transformasi organisasi yang berdampak nyata, termasuk kesiapan menghadapi era disrupsi: kemampuan membaca arah perubahan, menangkap peluang inovasi, hingga penerapan indikator terukur untuk memperkuat akuntabilitas. Hari kedua membahas ekosistem inovasi, manajemen talenta, pengembangan organisasi pembelajar, serta strategi memperkuat ketahanan finansial perguruan tinggi melalui kerja sama, pengelolaan risiko, dan optimalisasi sumber daya.
Rencana Aksi 100 Hari untuk Kemajuan UHO
Bagi UHO, keikutsertaan ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi dan menyusun langkah pengembangan institusi. Beberapa arah prioritas yang digarap antara lain:
Membangun sistem informasi talenta unggul yang terintegrasi guna memetakan kompetensi dan menempatkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan;
Menjalankan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) secara konsisten sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal;
Mengembangkan inovasi melalui kolaborasi hexahelix serta mendorong komersialisasi hasil riset agar bermanfaat luas bagi masyarakat;
Merumuskan strategi ketahanan finansial: mengoptimalkan aset yang belum produktif, menggali sumber pendapatan baru di luar uang kuliah, serta mengidentifikasi dan menekan risiko yang dapat menghambat pencapaian visi World Class University.
Sebagai tindak lanjut, kedua delegasi telah menyusun rencana aksi 100 hari ke depan, mencakup pemetaan kompetensi, perancangan sistem informasi sumber daya manusia, penyelarasan indikator kinerja dengan sistem informasi kampus, serta pencarian peluang kerja sama baru. Hasil dan rencana ini akan disosialisasikan kepada seluruh pimpinan unit di lingkungan UHO agar dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui langkah ini, UHO menargetkan terwujudnya kepemimpinan yang tangguh, tata kelola yang efektif, serta ekosistem inovasi dan keuangan yang berkelanjutan menuju perguruan tinggi berdaya saing global.(**)
Comment