Struktur Pemerintahan Prabowo Paling Gemuk Sepanjang Era Reformasi, Ini Perbandingannya!

EDISIINDONESIA.id – Struktur pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi menjadi yang paling gemuk sepanjang era reformasi. Total jabatan mulai dari menteri koordinator, menteri, wakil menteri, hingga pejabat di lingkar kepresidenan menembus angka 163 posisi.

Angka fantastis itu terungkap dalam infografis bertajuk “REKOR PRABOWO” yang viral setelah dibagikan politikus Mohamad Guntur Romli lewat akun X miliknya, Minggu (5/10/2026).

Infografis tersebut menyandingkan data komposisi kabinet empat presiden: Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), dan Prabowo Subianto. Hasilnya menunjukkan lonjakan signifikan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Jika era Megawati hanya mencatat 36 posisi dan era SBY-Jokowi di kisaran 80-an, era Prabowo melesat hampir dua kali lipat hingga 163 posisi.

Rincian Perbandingan 4 Era Presiden

1. Menteri Koordinator: Dari 3 Jadi 8
Di era Megawati dan SBY, jumlah Menko hanya 3. Jokowi menambah menjadi 4. Di era Prabowo, jumlahnya meledak menjadi 8 Menko.

Penambahan ini seiring dengan pemecahan kementerian koordinator menjadi lebih spesifik, seperti Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan hingga Menko Pangan.

2. Wakil Menteri Koordinator: Jabatan Baru
Posisi Wamenko hanya ada di era Prabowo, yakni 1 orang. Di tiga era sebelumnya, jabatan ini tidak dikenal.

3. Menteri: 27 Jadi 41
Jumlah menteri terus naik dari era ke era. Megawati 27 menteri, Jokowi 30, SBY 31, dan Prabowo 41 menteri. Ini menjadi kabinet dengan menteri terbanyak dalam sejarah.

4. Wakil Menteri: Lonjakan Paling Drastis
Ini adalah pos dengan kenaikan paling mencolok. Jika era Megawati 0 Wamen, era SBY 17 Wamen, dan Jokowi 19 Wamen, maka era Prabowo memiliki 57 Wakil Menteri.

Hampir setiap kementerian kini memiliki 1 hingga 3 wakil menteri.

5. Kepala Lembaga Setingkat Menteri
Era Prabowo mencatat 11 Kepala Lembaga/Badan, naik dari era Jokowi 8, SBY 4, dan Megawati 3.

6. Wantimpres / Dewan Pertimbangan

Jumlah Wantimpres di era Prabowo mencapai 26 orang. Padahal di era SBY dan Jokowi hanya 9 orang, dan di era Megawati tidak ada (strip).

7. Lingkar Inti Presiden

Penasihat Presiden: Prabowo 10 orang, jauh di atas Megawati 2 orang dan SBY 1 orang. Era Jokowi tercatat 0.

Utusan Khusus Presiden: Prabowo 7 orang, SBY-Jokowi sekitar 3 orang, Megawati 1 orang.

Staf Khusus Presiden: Satu-satunya pos yang justru susut di era Prabowo, hanya 2 orang. Berbanding terbalik dengan Jokowi 14 orang dan SBY 13 orang.

Mengapa Jadi Sorotan?

Besarnya kabinet Prabowo kerap dikaitkan dengan karakter koalisi gemuk Indonesia Maju yang merangkul hampir seluruh partai politik. Konsekuensinya, kursi harus dibagi rata.

Di sisi lain, pemerintah berargumen pemecahan kementerian diperlukan agar kerja lebih fokus dan spesifik. Misalnya, Kementerian Pendidikan yang dulu satu, kini dipecah menjadi tiga.

Namun kritikus menilai, dengan total 163 posisi yang terdiri dari 8 Menko, 1 Wamenko, 41 Menteri, 57 Wamen, 11 Kepala Lembaga, 26 Wantimpres, 10 Penasihat, 7 Utusan Khusus, dan 2 Stafsus, tantangan terbesar adalah koordinasi dan beban anggaran.

Untuk perbandingan, total era Jokowi hanya 87 posisi, era SBY 81 posisi, dan era Megawati 36 posisi.

Infografis ini pun kembali memantik perdebatan di publik: apakah kabinet gemuk berbanding lurus dengan efektivitas kerja pemerintahan? (edisi/fajar)

Comment