Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Daring: UHO Gelar Lokakarya Bahan Ajar Berbasis Bukti Kinerja

KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) terus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis digital. Langkah nyata itu diwujudkan melalui Lokakarya Penyusunan dan Pengolahan Bahan Ajar untuk Pembelajaran Daring yang berlangsung selama dua hari, 30 September hingga 1 Oktober 2026, di Plaza Inn, Kota Kendari.

Mengusung tema “Bahan Ajar Daring Berbasis Bukti Kinerja: Dari Pemindahan Materi Menuju Desain Instruksional yang Interaktif”, kegiatan ini dirancang untuk mengubah pola penyusunan bahan ajar — tidak sekadar memindahkan materi ke layar, melainkan merancangnya secara khusus agar sesuai dengan karakteristik pembelajaran daring dan benar-benar berinteraksi dengan mahasiswa.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., mewakili Rektor. Turut mendampingi Kepala LPMPP, Prof. Dr. Edward Ngii, S.T., M.T., serta Ketua Panitia, Drs. Ahid Hidayat, M.Hum. Pembukaan ini sekaligus menegaskan komitmen universitas dalam membangun proses pembelajaran yang terstruktur, adaptif, dan relevan dengan kemajuan teknologi pendidikan.

Lokakarya menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya: Kepala LPMPP UHO Prof. Dr. Edward Ngii, S.T., M.T., praktisi nasional perbukuan Bambang Trimansyah, serta Prof. Ernawati dari lingkungan UHO. Mereka berbagi wawasan mulai dari pengembangan kerangka bahan ajar, pengolahan konten, hingga penerapan desain instruksional yang mampu membuat pembelajaran daring menjadi lebih hidup dan bermakna.

Sebanyak 45 peserta hadir secara langsung, sementara peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring. Keunikan kegiatan ini terletak pada pendekatannya: peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi langsung mempraktikkannya. Mereka diminta membawa Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan draf awal materi perkuliahan masing-masing, sehingga apa yang disusun selama lokakarya dapat langsung diterapkan di kelas.

Dalam sesi praktik, peserta dibekali konsep desain instruksional, pengembangan media pembelajaran interaktif, serta standar penjaminan mutu bahan ajar daring. Setiap peserta menyusun draf bahan ajar, mempresentasikannya, dan menerima masukan langsung untuk menyempurnakan hasil karya mereka.

Poin terpenting dari kegiatan ini adalah penilaian berbasis bukti kinerja. Kehadiran bukan satu-satunya tolok ukur — peserta diarahkan untuk menghasilkan draf bahan ajar yang layak pakai dan dinilai menggunakan rubrik standar yang telah ditetapkan. Hasil karya inilah yang menjadi bukti nyata capaian kegiatan. Nantinya, draf-draf ini akan dibimbing, dievaluasi, dan disempurnakan sebelum digunakan secara resmi dalam pembelajaran.

LPMPP UHO menargetkan, melalui standar bahan ajar yang lebih tinggi ini, pembelajaran daring tidak hanya berkualitas, tetapi juga lebih fleksibel dan bervariasi.

Bahan ajar yang dikembangkan diharapkan mampu mendorong kemandirian belajar mahasiswa sekaligus mempererat interaksi di ruang kelas digital. Hasil lokakarya ini akan menjadi bagian dari sistem pendampingan dan evaluasi berkelanjutan LPMPP UHO, memastikan setiap bahan ajar yang digunakan benar-benar memenuhi standar mutu yang ditetapkan.(**)

Comment